OJK Klaim NPL Perbankan Masih Aman

Jum'at, 30 Mei 2014 - 17:05 WIB
OJK Klaim NPL Perbankan...
OJK Klaim NPL Perbankan Masih Aman
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Maret 2014, non performing loan (NPL/kredit bermasalah) gross perbankan nasional mencapai 2%. Pasalnya, angka tersebut terbilang masih dalam kondisi aman.

Deputi Bidang Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Endang Kussulanjari mengatakan, untuk NPL nett-nya, perbankan nasional berhasil mencatat di level 1,01%. "Risiko kredit bank masih aman. Kalau kita menggunakan threshold itu sekitar 5%," ujarnya saat update perbankan nasional di Gedung BI, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Dia merinci, pada Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I yang memiliki modal inti mulai dari Rp100 miliar sampai di bawah Rp1 triliun NPL nya mencapai 0,99%. Sedangkan pada bank BUKU II yang memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun sampai Rp5 triliun NPL-nya sebesar 1,35%, lalu pada bank BUKU III yang memiliki modal inti sebesar Rp5 hingga Rp30 triliun NPL-nya mencapai 1,28%

"Pada BUKU IV yang memiliki modal mulai Rp30 triliun, NPL nya itu hingga Maret 2014 mencapai 0,67%. Bank besar itu kreditnya besar. Jadi memang pembagiannya juga besar," jelas Endang.

Dia mengatakan, pada NPL Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai Rp23,55 triliun atau sekitar 19,47% dari porsi UMKM terhadap total penyaluran kredit UMKM yakni sebesar Rp643 triliun.

"Untuk NPL gross UMKM itu mencapai 3,66%. Di bank BUKU I NPL gross-nya 5,09%, bank BUKU II 4,91%, bank BUKU III sebesar 2,99% dan bank BUKU IV NPL nya mencapai 3,44%," tuturnya.

Menurutnya, guna mengantisipasi lonjakan NPL yang terlalu tinggi, sejauh ini OJK terus mengingatkan perbankan nasional untuk bisa menyalurkan kreditnya dengan tepat dan tidak sembarangan.

Pasalnya, jika bank tersebut tidak prudent dalam penyaluran kredit, maka hal tersebut bisa berdampak pada peningkatan NPL.

"Antisipasinya itu, kita tanya dulu ke mereka kenapa. Dari sisi kondisi ekonomi memang belum ada masalah. Kelihatannya dari penyebutnya saja dan lebih ke arah rasio saja. Tapi kalau penyebab lain enggak ada. Maka pengawas selalu mengingatkan perbankan dan biasanya bank kurang prudent lalu analisa kreditnya kurang tepat," pungkas Endang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved