Indeks Dow dan S&P Cetak Rekor Lagi
Jum'at, 06 Juni 2014 - 08:59 WIB
Indeks Dow dan S&P Cetak Rekor Lagi
A
A
A
NEW YORK - Indeks Dow dan S&P 500 kembali mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga ke rekor terendah dan berjanji akan berusaha untuk melawan risiko deflasi.
ECB memangkas suku bunga deposito 0,10% dan meluncurkan serangkaian langkah-langkah untuk mendorong ekonomi zona Eropa yang lesu.
Investor saat ini fokus pada laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) bulan Mei, yang akan dirilis akhir pekan ini. Diperkirakan pertumbuhan pekerjaan bulan lalu melambat dan jumlah pengangguran meningkat, namun dinilai tidak akan mengganggu penguatan ekonomi.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengganguran meningkat pada pekan lalu, tapi menunjukkan tren bahwa pasar tenaga kerja stabil.
"Jumlah data minggu ini di pasar tenaga kerja belum memberikan arah yang jelas untuk besok. Jadi, saya tidak akan terkejut jika pasar saham akan mengalami aksi jual karena berita besok (data pekerjaan), tapi itu mungkin hanya menjadi reaksi spontan," kata Managing Director of Trading adn Derivatives Financial Research Randy Frederick seperti dilansir Reuters, Jumat (6/6/20140.
Sepuluh sektor saham di indeks S&P 500 berakhir menguat. Sektor industrials naik 1,1% dan keuangan 0,9%. Sektor terlemah adalah telekomunikasi, yang naik kurang dari 0,1%.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 98,58 poin atau 0,59% ke 16.83611; indeks S&P 500 naik 12,58 poin atau 0,65% ke 1.940,46 dan Nasdaq Composite menguat 44,59 poin atau 1,05% ke 4.296,23.
ECB memangkas suku bunga deposito 0,10% dan meluncurkan serangkaian langkah-langkah untuk mendorong ekonomi zona Eropa yang lesu.
Investor saat ini fokus pada laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) bulan Mei, yang akan dirilis akhir pekan ini. Diperkirakan pertumbuhan pekerjaan bulan lalu melambat dan jumlah pengangguran meningkat, namun dinilai tidak akan mengganggu penguatan ekonomi.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim pengganguran meningkat pada pekan lalu, tapi menunjukkan tren bahwa pasar tenaga kerja stabil.
"Jumlah data minggu ini di pasar tenaga kerja belum memberikan arah yang jelas untuk besok. Jadi, saya tidak akan terkejut jika pasar saham akan mengalami aksi jual karena berita besok (data pekerjaan), tapi itu mungkin hanya menjadi reaksi spontan," kata Managing Director of Trading adn Derivatives Financial Research Randy Frederick seperti dilansir Reuters, Jumat (6/6/20140.
Sepuluh sektor saham di indeks S&P 500 berakhir menguat. Sektor industrials naik 1,1% dan keuangan 0,9%. Sektor terlemah adalah telekomunikasi, yang naik kurang dari 0,1%.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 98,58 poin atau 0,59% ke 16.83611; indeks S&P 500 naik 12,58 poin atau 0,65% ke 1.940,46 dan Nasdaq Composite menguat 44,59 poin atau 1,05% ke 4.296,23.
(rna)
Lihat Juga :