PPN Dihapus, Pengembang Tetap Galau

Kamis, 12 Juni 2014 - 18:48 WIB
PPN Dihapus, Pengembang...
PPN Dihapus, Pengembang Tetap Galau
A A A
SEMARANG - Setelah ditunggu cukup lama, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya menyetujui penghapusan PPN untuk perumahan sederhana dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Namun, para pengembang perumahan sederhana masih dibuat gundah karena adanya wacana penghapusan FLPP, dan mengalihkannya ke rumah susun sederhana.

"Kami senang dengan penghapusan PPN ini, tetapi kami tetap tidak belum berani melakukan pembangunan rumah karena adanya wacana penghapusan FLPP," kata Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng bidang Perumahan Rakyat Andi Kurniawan, Kamis (12/6/2014).

Menurutnya, jika wacana tersebut terealisasi berarti penghapusan PPN tersebut hanya berlaku untuk satu semester. Pihaknya berharap FLPP tidak dihapus, karena dari sisi kebutuhan rumah sederhana masih sangat besar.

Pasalnya, jika penghapusan dipaksakan, maka target pengembangan rumah sederhana secara nasional tidak akan pernah tercapa. Di Jateng sendiri, backlog masih mencapai 400 ribu unit.

"Kebutuhan rumah sederhana masih cukup banyak, untuk PNS, Polri/TNI dan masyarakat kelas menengah ke bawah," ujarnya.

Dia menjelaskan, penghapusan FLPP dan digantikan dengan vertikal house, akan sulit diberlakukan di Jateng, selain karena kebutuhan rumah cukup tinggi, di Jateng juga masih memiliki lahan kosong cukup luas.

Bahkan di Kota Semarang yang memiliki kepadatan cukup tinggi belum siap untuk pengembangan rumah susun. Hal ini dikarenakan kultur masyarkat yang belum siap hidup di rumah susun. Bahkan dari sisi harga juga tidak akan masuk, karena harganya jelas lebih mahal dibandingkan rumah sederhana.

Pihaknya menilai, perumahan susun hanya bisa diberlakukan di kota-kota Seperti Jabodetabek. Di mana, sudah sulit untuk mendapatkan tanah. "Kalau di Jawa Tengah saya pikir belum saatnya," imbuh dia.

Ketua DPP REI Eddy Hussy mengatakan, sejak 2010 ada 13,6 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri. Sementara, per tahun ini angka backlog untuk nasional mencapai 15 juta.

"Angka backlog atau penundaan pembangunan rumah terus mengalami peningkatan karena belum ada penanganan serius dari pemerintah terkait kondisi ini," katanya.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah penanganan terkait kondisi tersebut. Karena jika dibiarkan angka backlog akan semakin tinggi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
11 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
25 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
58 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
4 Jenis Mobil yang Dikenai...
4 Jenis Mobil yang Dikenai Pungutan PPN 12% di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved