BPK Beri Opini LKPP 2013 Wajar dengan Pengecualian

Jum'at, 13 Juni 2014 - 19:14 WIB
BPK Beri Opini LKPP...
BPK Beri Opini LKPP 2013 Wajar dengan Pengecualian
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menyampaikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) 2013 kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

"Atas LKPP Tahun 2013, BPK memberikan opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion) sama dengan opini atas LKPP 2012," ujar Ketua BPK RI Rizal Djalil di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/6/2014).

Menurutnya, ada dua permasalahan yang menjadi pegecualian atas kewajaran LKPP 2013. Yakni, permasalahan piutang bukan pajak pada Bendahara Umum Negara (BUN) dan permasalahan Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Dia menjelaskan, kelemahan dalam pengelolaan piutang bukan pajak pada BUN yaitu nilai piutang over lifting migas sebesar Rp3,81 triliun dari total Rp7,18 triliun belum pasti dan masih memerlukan pembahasan dengan KKKS terkait.

Kemudian, lanjut Rizal, nilai piutang penjualan migas bagian negara sebesar Rp2,46 triliun dari total Rp3,86 triliun belum pasti dan masih memerlukan pembahasan dengan KKKS terkait.

Selain itu, nilai aset kredit eks BPPN yang disajikan sebesar Rp66,01 triliun belum termasuk nilai Rp3,06 triliun yang belum selesai ditelusuri.

Kemudian, dana belanja pensiun sebesar Rp0,30 triliun yang lebih dari enam bulan berturut-turut tidak diambil oleh penerima pensiun dan belum disetorkan kembali belum disajikan sebagai piutang.

"Masalah kedua, penyajian SAL per 31 Desember 2013 sebesar Rp66,59 triliun kemungkinan mengandung salah saji," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPK Minta Laporan Keuangan...
BPK Minta Laporan Keuangan Pemerintah Diumbar ke Media Massa
LKPP Akselerasi Belanja...
LKPP Akselerasi Belanja Pemerintah dengan Platform Digital
BPK Beri Opini WTP Terhadap...
BPK Beri Opini WTP Terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
Di depan Jokowi, BPK...
Di depan Jokowi, BPK Bongkar Catatan Soal Jiwasraya hingga Dana Pensiun
LKPP Sosialisasi RUU...
LKPP Sosialisasi RUU PBJ Publik, Digitalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus Utama
Raih Opini WTP dari...
Raih Opini WTP dari BPK, Menpora: Butuh Usaha Besar
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
42 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
57 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved