Alasan Pembatasan Kuota BBM Bersubsidi

Rabu, 06 Agustus 2014 - 12:36 WIB
Alasan Pembatasan Kuota...
Alasan Pembatasan Kuota BBM Bersubsidi
A A A
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) kemarin telah melaksanakan rapat guna membahas masalah pembatasan penjualan BBM bersubsidi jenis solar.

Organda memprotes kebijakan pembatasan solar di SPBU dibatasi, sedangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, hanya 12% SPBU yang dibatasi.

Dirjen Perhubungan Darat Suroyo Aliemoeso menjelaskan ada beberapa alasan atas kebijakan tersebut. Pertama, adanya edaran dari BPH Migas kepada Pertamina dan lain-lainnya yang meminta pembatasan BBM bersubsidi, karena kuota yang diberikan pemerintah selalu kelewat.

"Nah, kalau sudah kelewat begini, nantinya pasti mereka yang harus membayar sendiri kan," ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Rabu (6/8/2014).

Kedua, pembatasan BBM tersebut ternyata diarahkan ke kawan-kawan sektor industri, perkebunan dan pertambangan. Menurutnya, sektor-sektor tersebut mengakibatkan bocornya BBM bersubsidi.

"Karena dengan alasan BBM bersubsidi itu kebanyakan bocornya ya karena dibawa lari ke situ. Saya kemarin sudah tanyakan mengenai hal itu. Ternyata persensatasi di Jawa, pom bensinya yang BBM hanya 5% itu dikenakan pemabatasan. Sedangkan untuk wilayah Sumatera sebanyak 20%, daerah tersebut memang banyak industri," jelasnya.

Menurutnya, jika kuato bisa berlebih maka perlu dipertanyakan apakah benar angkutan umum yang membeli.

"Memang seberapa besar sih tangkinya angkutan umum. Lebih baik yang ditingkatkan pengawasan pendistribusiannya. Pengawasan pendisitribusian itu bukan tugas Kemenhub, itu harus dilakukan pengawasan pihak-pihak tertentu," pungkas Suroyo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
53 menit yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
2 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
2 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved