Eksportir Indonesia yang Pegang SKA Kurang dari 20%

Jum'at, 08 Agustus 2014 - 16:23 WIB
Eksportir Indonesia...
Eksportir Indonesia yang Pegang SKA Kurang dari 20%
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, kurang dari 20% eksportir asal Indonesia yang sudah memegang surat keterangan asal (SKA) untuk produk-produk yang diekspor.

SKA sendiri merupakan fasilitas yang diberikan dalam konteks perundingan yang menyatakan bahwa barang tersebut berasal dan diproduksi di Indonesia.

"Kurang dari 20% yang memanfaatkan fasilitas itu. Gara-gara tidak ada surat keterangan asal, jadi enggak dapat fasilitas negara tujuannya," ujar dia ketika berbincang dengan media di kantornya, Jumat (8/8/2014).

Menurut dia, sedianya SKA tersebut penting agar eksportir bisa mendapatkan kemudahan maupun perbedaan tarif sesuai persetujuan Indonesia dengan negara tujuan ekspor.

Fasilitas yang diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini minim peminat. Padahal pihaknya telah memfasilitasi melalui electronic-SKA (e-SKA).

"Ini kerja sama empat institusi (Kemendag, InaTrade, INSW, dan Bea Cukai) untuk menjelaskan produk ini adalah produk Indonesia. agar di negara tujuannya (ekspor) dia bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas yang dijanjikan," jelasnya.

Bayu menyebutkan, setiap negara memiliki perjanjian berbeda dengan Indonesia untuk permasalahan SKA. Namun, beberapa di antaranya, mempersyaratkan SKA untuk produk eksportir bisa masuk ke negaranya.

"Sesuai yang diperjanjikan (kemudahannya), jadi ada yang tarifnya lebih rendah, dimudakan karantinanya, dimudahkan custom-nya. Bahkan kalau ada SKA bisa masuk, kalau enggak ada SKA enggak bisa masuk. Hampir semua negara sudah menggunakan fasilitas ini," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
7 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved