BI Nilai DKI Paling Cepat dalam Gerakan Non Tunai

Selasa, 12 Agustus 2014 - 16:42 WIB
BI Nilai DKI Paling...
BI Nilai DKI Paling Cepat dalam Gerakan Non Tunai
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah saat ini tengah menggalakkan gerakan pembayaran non tunai di Indonesia. Di mana, DKI Jakarta menjadi kota pertama untuk menyebarkan gerakan tersebut.

Dia mengatakan, Jakarta dipilih menjadi kota pertama dalam penyebaran pembayaran menggunakan kartu debet atau ATM, lantaran pemerintah daerah (Pemda) Jakarta dinilai cekatan dan cepat dalam hal itu.

"DKI paling cepat gerakan non tunai, karena Pemdanya melakukan upaya perbaikan terus menerus," ujarnya di SMK 38 Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Menurutnya, saat ini anggaran Pemda DKI Jakarta pun sudah dikeluarkan secara non tunai. Bahkan dipersyaratkan untuk pembayaran mulai Rp100 juta harus dilakukan dengan non tunai.

"Pembayaran gaji karyawannya sudah non tunai, jadi dimasukkan ke rekening. Bukan dalam amplop. Itu contoh gerakan nasional non tunai," katanya.

Selain itu, lanjut Agus, pembayaran pajak untuk kendaraan bermotor pun semua diarahkan untuk menggunakan pembayaran non tunai. Hal ini dinilai akan membuat ekonomi DKI Jakarta semakin transparan dan penuh tanggung jawab.

"Retribusi juga sudah non tunai, sampai keluarga di rusun (rumah susun) membayar dengan non tunai. PKL (Pedagang Kaki Lima) sedang dipersiapkan untuk bayar retribusi secara non tunai. Ini akan membuat ekonomi Pemda semakin transparan dan penuh tanggung jawab. Serta bisa menghindari praktik kebocoran dana," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Rilis Aturan BI-FAST:...
BI Rilis Aturan BI-FAST: Bisa Transaksi Rp250 Juta dengan Tarif Rp2.500
Ada Fitur Proxy Address...
Ada Fitur Proxy Address di BI Fast Punya, Ini Penjelasannya
Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi...
Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi Pembayaran Indonesia
Bank Indonesia Bidik...
Bank Indonesia Bidik 12 Juta Pengguna QRIS di 2021
Darurat Corona, BI Jatim...
Darurat Corona, BI Jatim Pastikan Kelancaran Sistem Pembayaran
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved