BI: Target Defisit Transaksi Berjalan 2015 Ketinggian

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 11:55 WIB
BI: Target Defisit Transaksi...
BI: Target Defisit Transaksi Berjalan 2015 Ketinggian
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 menetapkan target neraca defisit transaksi berjalan tahun depan sebesar 2,32% atau Rp257,6 triliun dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai target itu terlalu tinggi. Sebab, selama satu dekade kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), rata-rata defisit transaksi berjalan selalu di bawah 2%.

"Jadi 2,32% itu cukup tinggi dan itu menunjukkan bawha fiskal space-nya tidak besar. Kita harus ingat bahwa UU Keuangan Negara, defisit itu tidak boleh lebih dari 3%," ujarnya usai acara Pidato Kenegaraan RAPBN 2015 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Dia memprediksi akan ada pembahasan dengan DPR terkait target defisit transaksi berjalan tersebut. Selain itu, jika belanja negara dipotong serta penerimaan negara ditingkatkan akan lebih baik.

"Dan, APBD kalau dikonsolidasi itu kira-kira 0,5%. Jadi, kalau 0,5% ditambah 2,32% kan jadi 2,82%. Itu yang nanti akan mendapatkan pembahasan besar saya duga di DPR," imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, untuk belanja negara yang perlu mendapatkan prioritas pemotongan adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) atau subsidi listrik dan energi. Sebab, hingga saat ini subsidi BBM sudah mencapai Rp360 triliun.

"Dan, kalau seandainya itu bisa dilakukan pembahasan, bisa terjadi jumlah yang lebih optimal. Kita mengikuti ketika pembahasan pendahuluan APBN 2015, pemerintah dan DPR sepakat bahwa subsidi BBM itu harus diarahkan kepada individu yang memerlukan, atau yang miskin. Tidak subsidi ke harga. Jadi, saya duga nanti di dalam pembahasan dengan DPR akan dibahas itu," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
IHSG Pekan Ini Berpeluang...
IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
29 menit yang lalu
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
49 menit yang lalu
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
9 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
11 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
11 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved