Kriteria Investor Panas Bumi Pilihan Pemerintah

Selasa, 26 Agustus 2014 - 17:54 WIB
Kriteria Investor Panas...
Kriteria Investor Panas Bumi Pilihan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan kriteria krusial dalam menjaring para investor yang mengikuti lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) bagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyebutkan, pemerintah bakal secara serius mencari perusahaan yang berkomitmen merealisasikan proyek dari pemenang WKP.

"Jadi bukan yang abal-abal. Pengaturannya sangat ketat bagi calon pemenang nantinya," katanya di Gedung DPR, Selasa (26/8/2014).

Pemerintah menilai akan menolak perusahaan yang hanya bermain di bursa efek untuk mendapatkan modal dari publik melalui pelepasan saham. Ia mengklaim perusahaan yang seperti ini minim komitmen dalam menjalankan proyek.

"Kalau hanya untuk bermain di bursa efek tentu enggak dipilih. Tentunya kami saring ketat dan bisa berkomitmen serius," ucap Rida.

Dia menambahkan, selain kriteria itu, pemerintah memberi batasan waktu dalam menyelesaikan pembangunan PLTP. Bila waktu yang ditentukan dan disepakati tak dijalankan sesuai ketetapan, maka pemerintah berhak mencabut izin pengembangan WKP yang dimenangkan.

Dari sisi pemerintah, Rida menuturkan, lelang bakal dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga proses penentuan pemenang tak menjadi berlarut-larut.

"Transparansi dan akuntabilitas dalam pelelangan kita perbaiki. Jadi dikasih waktu harus fix enggak boleh berlarut-larut. Sebelumnya aturannya enggak terlalu ketat sehingga sekarang kita perbaiki," tutur dia.

Pasca RUU Panas Bumi disahkan ke dalam UU, pemerintah tengah menanti respons investor untuk ikut ambil bagian dalam merealisasikan pembangunan PLTP. Diharapkan melalui pengesahan UU Panas Bumi, pembangunan PLTP bisa tumbuh secara masif.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved