60% Kebutuhan Baja Masih Impor

Kamis, 04 September 2014 - 13:28 WIB
60% Kebutuhan Baja Masih...
60% Kebutuhan Baja Masih Impor
A A A
JAKARTA - Industri baja nasional berperan strategis dalam menopang perekonomian Indonesia mengingat posisinya sebagai ‘mother of industries’. Baja yang dihasilkan sangat dibutuhkan untuk pengembangan infrastruktur, industri pertahanan, hingga manufaktur.

Ke depan, seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan permintaan, kebutuhan baja nasional diproyeksikan mencapai 21 juta ton pada 2020.

“Kebutuhan baja Indonesia terus meningkat pesat. Pada 2013 lalu, kebutuhannya tercatat mencapai 14,3 juta ton, namun sekitar 60% dari kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi dari impor,” terang PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Irvan K Hakim dalam seminar Refleksi Tiga Tahun Pelaksanaan MP3EI di Jakarta baru-baru ini.

Selain itu, konsumsi baja Indonesia perkapita masih sangat rendah, yakni hanya 50 kg/tahun, jauh dibandingkan Malaysia yang mencapai 300 kg/tahun, Korea Selatan 1.000 kg/tahun, dan Jepang 500 kg/tahun.

Menurutnya, tingginya konsumsi baja di Korea Selatan karena pemerintah Korsel menerapkan kebijakan production push. “Invisible hand negara perlu berperan untuk menggerakkan permintaan, seperti jembatan harus menggunakan baja, jangan beton. Rumah tipe sekian harus menggunakan baja atau daerah-daerah rawan gempa, gedung-gedungnya harus dibangun dengan struktur baja,” ujar dia.

Selain itu, pemerintah juga harus melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur dan utilitis (air dan listrik), yang wajib disertai kawasan industri, termasuk pemberian insentif untuk industri.

Selain akselerasi, pemerintah juga harus menjamin jangan sampai ada kebocoran anggaran (tidak ada korupsi), dan memperhatikan aspek prosedural legal.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Akhirnya, Setelah 8...
Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba
KRAS Siap Penuhi Permintaan...
KRAS Siap Penuhi Permintaan Baja Nasional
Krakatau Steel Selundupkan...
Krakatau Steel Selundupkan Baja China Disebut Cuma Rumor, Anggota Dewan Bebas Bersuara
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Krakatau Steel Catatkan...
Krakatau Steel Catatkan Rekor Penjualan Pipa Baja Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
52 menit yang lalu
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
1 jam yang lalu
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
2 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
4 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved