Industri Digital Printing Tergantung Bahan Baku Impor

Selasa, 09 September 2014 - 13:43 WIB
Industri Digital Printing...
Industri Digital Printing Tergantung Bahan Baku Impor
A A A
SEMARANG - Industri percetakan digital (digital printing) di Kota Semarang masih tergantung bahan baku impor. Ketergantungan tersebut, karena bahan baku impor dinilai lebih murah.

Pemilik digital printing Sumber Bahagia, Tommy Handoko, mengatakan, selama ini pelaku industri digital printing masih mengandalkan Cina sebagai pemasok bahan baku.

“Pasar lokal belum mampu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan, sehingga mau tidak mau harus impor,” katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Moch Suyudi 34 Semarang, baru-baru ini.

Dia mengatakan, bahan baku yang dimpor merupakan bahan baku pokok seperti front lite (bahan spanduk) dan tinta bahkan mesin cetaknya. Untuk mendapatkan bahan baku tersebut, kata Dia, pihaknya harus mendatangkan langsung dari China. China dipilih karena lebih murah dan kualitasnya cukup baik.

“Kalau pelaku usaha kecil mungkin mengambil bahan baku dari suplaiyer yang melakukan impor, tetapi kalau kita tidak karena kita juga semi suplaiyer sehingga bisa mendatangkan bahan baku sendiri,” ujarnya.

Dia mengaku sebenarnya dipasar lokal sudah ada bahan baku, seperti tinta misalnya. Hanya saja menurut dia hasilnya kurang memuaskan, sedangkan Front Lite buatan lokal kualitasnya kurang memadai karena mudah robek. ”Kalau pakai tinta lokal warnanya kurang menarik, sehingga konsumen banyak yang tidak puas,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, meski saat ini industri digital printing masih tergantung dengan bahan baku impor, namun persaingannya saat ini cukup tinggi. Terlebih saat ini masyarakat sudah mulai meninggalkan sablon manual, dan memilih digital printing yang lebih berwarna dan menarik.

Dengan persaingan yang tinggi, maka terjadi persaingan harga yang juga cukup ketat, terlebih masyarkat menginginkan produk murah dan berkualitas bagus.

”Sekarang ini masyarakat memilih digital printing yang prosesnya cepat, dan ini menjadi peluang bagi kami karena kami memiliki mesin baru,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved