Wall Street Terkoreksi Dipicu Saham Apple
Rabu, 10 September 2014 - 08:33 WIB
Wall Street Terkoreksi Dipicu Saham Apple
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir terkoreksi dipicu menurunnya saham Apple (AAPL.O).
Selain itu, juga dipengaruhi tingkat imbal hasil obligasi yang mencapai titik tertinggi dalam satu bulan di tengah kekhawatiran bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari estimasi.
Tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik tertinggi menjadi 2,5%. Sementara ke-10 sektor saham di indeks S&P 500 berakhir terkoreksi. Saham Apple, yang sempat melonjak sebanyak 4,8% di awal sesi, berakhir turun 0,4% menjadi USD97,99.
Sektor dengan pembayaran dividen tertinggi, termasuk utilitas berada di antara saham dengan penurunan paling lemah. Sektor utilitas (SPLRCU) dan telekomunikasi (SPLRCL) masing-masing turun 1,2%.
"Membaiknya kondisi ekonomi di AS dapat memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan. Naiknya suku bunga adalah diskon langsung atas aset keuangan, termasuk saham," kata Kepala Strategi Pasar di Voya Investment Management Doug Cote seperti dilansir dari Reuters, Rabu (10/9/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 97,55 poin atau 0,57% menjadi 17.013,87; indeks S&P 500 terkoreksi 13,1 poin atau 0,65% ke 1.988,44; dan Nasdaq Composite anjlok 40,00 poin atau 0,87% ke 4.552,29.
Sekitar 5,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Jumlah itu di atas rata-rata selama lima hari terakhir sebanyak 5,5 miliar.
Selain itu, juga dipengaruhi tingkat imbal hasil obligasi yang mencapai titik tertinggi dalam satu bulan di tengah kekhawatiran bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari estimasi.
Tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik tertinggi menjadi 2,5%. Sementara ke-10 sektor saham di indeks S&P 500 berakhir terkoreksi. Saham Apple, yang sempat melonjak sebanyak 4,8% di awal sesi, berakhir turun 0,4% menjadi USD97,99.
Sektor dengan pembayaran dividen tertinggi, termasuk utilitas berada di antara saham dengan penurunan paling lemah. Sektor utilitas (SPLRCU) dan telekomunikasi (SPLRCL) masing-masing turun 1,2%.
"Membaiknya kondisi ekonomi di AS dapat memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan. Naiknya suku bunga adalah diskon langsung atas aset keuangan, termasuk saham," kata Kepala Strategi Pasar di Voya Investment Management Doug Cote seperti dilansir dari Reuters, Rabu (10/9/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 97,55 poin atau 0,57% menjadi 17.013,87; indeks S&P 500 terkoreksi 13,1 poin atau 0,65% ke 1.988,44; dan Nasdaq Composite anjlok 40,00 poin atau 0,87% ke 4.552,29.
Sekitar 5,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Jumlah itu di atas rata-rata selama lima hari terakhir sebanyak 5,5 miliar.
(rna)
Lihat Juga :