BI Klaim Sudah Berusaha Jaga Rasio Makro

Selasa, 23 September 2014 - 10:31 WIB
BI Klaim Sudah Berusaha...
BI Klaim Sudah Berusaha Jaga Rasio Makro
A A A
JAKARTA - Deputi Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengaku pihaknya sudah berusaha menjaga rasio makro di tengah gejolak tekanan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Menurutnya, dengan postur sementara APBN 2015 yang dipatok defisit menjadi 2,21%, itu sudah menunjukan pemerintah berkomitmen menurunkan defisit anggaran.

"Itu penting sekali, karena di 2015 itu situasi di pasar keuangan lebih berat dibandingkan tahun ini. Karena suku bunga meningkat cepat dari 0,25% ke 1,375%," ujarnya, Senin (22/9/2014) malam.

Mirza mengatakan, bahwa defisit harus dibiayai dan dicari dari sebagian besar surat utang negara dan pasarnya tahun depan masih belum bisa diprediksi.

"Kita masih harus siaga karena kalau kita tidak jaga rasio-rasio makro yang sehat, kita bisa kena fluktuasi, bisa dianggap bahwa kita tidak disiplin," tuturnya.

Situasi pada kuartal I dan IV 2013, lanjut dia, saat itu beberapa negara terjadi emerging market termasuk Indonesia, South Africa, Brazil, India, dan Turki.

Negara-negara tersebut dianggap sebagai negara-negara yang rasio makronya kurang sehat, sehingga pada saat terjadi gejolak lima negara ini gejolaknya paling besar.

"Nah, kita kan tidak ingin kena gejolak, kerena itu supaya tidak kena gejolak kita harus jaga rasio makro dengan sehat. Salah satunya dengan menurunkan defisit. Jadi, menyehatkan struktur APBN penting sekali, juga penting untuk credit rating kita," jelas Mirza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
45 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved