Indeks S&P Terkoreksi Tajam Dipicu Saham Apple
Jum'at, 26 September 2014 - 08:41 WIB
Indeks S&P Terkoreksi Tajam Dipicu Saham Apple
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan kamis waktu setempat berakhir terkoreksi tajam. Indeks S&P 500 mengalami penurunan satu hari terbesar sejak Juli 2014 dipicu anjloknya saham Apple dan menguatnya USD ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Koreksi di indeks S&P 500 meluas, di mana 10 sektor primer melemah, dan yang terbesar terkoreksi lebih dari 1%. Sementara sekitar 80% saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York dan Nasdaq berakhir lebih rendah.
Indeks S&P telah melemah selama empat dari lima sesi terakhir dan ditutup di bawah rata-rata 50 hari untuk kali pertama sejak 15 Agustus 2014.
Penurunan ini terjadi karena menguatnya USD, yang naik 0,2% terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Angka itu meningkat 6,8% pada kuartal tersebut, dan merupakan kenaikan kuartalan terbesar dalam enam tahun terakhir.
"Menguatnya USD menjadi perhatian karena bisa memberi pengaruh terhadap laba bersih perusahaan, tetapi pasar tampak jauh lebih menarik daripada beberapa hari lalu. Aksi jual bisa menawarkan sebuah kesempatan," kata Manajer Portofolio di Bahl & Gaynor John Schmitz seperti dilansir dari Reuters, Jumat (26/9/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 264,26 poin atau 1,5% ke 16.945,80; indeks S&P 500 terkoreksi 32,31 poin atau 1,6% ke 1.965,99; dan indeks Nasdaq Composite turun 88,47 poin atau 1,94% ke 4.466,75.
Saham Apple Inc (AAPL.O) mengalami penurunan harian terbesar tahun ini, melewati level bawah setelah raksasa teknologi tersebut menarik update software untuk sistem operasi mobile terbarunya iOS 8 karena beberapa pengguna melaporkan terjadi gangguan.
Saham Apple turun 3,8% menjadi USD97,87 dan merupakan bobot terbesar di indeks S&P. Appel ditutup di bawah rata-rata 50 hari untuk kali pertama sejak 23 April 2014. Sementara volume yang ditransaksikan hampir 100 juta saham, jauh di atas rata-rata 50 hari sebanyak 56,46 juta saham.
Koreksi di indeks S&P 500 meluas, di mana 10 sektor primer melemah, dan yang terbesar terkoreksi lebih dari 1%. Sementara sekitar 80% saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York dan Nasdaq berakhir lebih rendah.
Indeks S&P telah melemah selama empat dari lima sesi terakhir dan ditutup di bawah rata-rata 50 hari untuk kali pertama sejak 15 Agustus 2014.
Penurunan ini terjadi karena menguatnya USD, yang naik 0,2% terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Angka itu meningkat 6,8% pada kuartal tersebut, dan merupakan kenaikan kuartalan terbesar dalam enam tahun terakhir.
"Menguatnya USD menjadi perhatian karena bisa memberi pengaruh terhadap laba bersih perusahaan, tetapi pasar tampak jauh lebih menarik daripada beberapa hari lalu. Aksi jual bisa menawarkan sebuah kesempatan," kata Manajer Portofolio di Bahl & Gaynor John Schmitz seperti dilansir dari Reuters, Jumat (26/9/2014).
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 264,26 poin atau 1,5% ke 16.945,80; indeks S&P 500 terkoreksi 32,31 poin atau 1,6% ke 1.965,99; dan indeks Nasdaq Composite turun 88,47 poin atau 1,94% ke 4.466,75.
Saham Apple Inc (AAPL.O) mengalami penurunan harian terbesar tahun ini, melewati level bawah setelah raksasa teknologi tersebut menarik update software untuk sistem operasi mobile terbarunya iOS 8 karena beberapa pengguna melaporkan terjadi gangguan.
Saham Apple turun 3,8% menjadi USD97,87 dan merupakan bobot terbesar di indeks S&P. Appel ditutup di bawah rata-rata 50 hari untuk kali pertama sejak 23 April 2014. Sementara volume yang ditransaksikan hampir 100 juta saham, jauh di atas rata-rata 50 hari sebanyak 56,46 juta saham.
(rna)
Lihat Juga :