Suspensi Dicabut, Saham Borneo Terkoreksi

Senin, 29 September 2014 - 11:02 WIB
Suspensi Dicabut, Saham...
Suspensi Dicabut, Saham Borneo Terkoreksi
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut sanksi penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).

"Bursa memutuskan melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan efek BORN di pasar reguler dan tunai terhitung sejak sesi I hari ini," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Senin (29/9/2014).

Dengan demikian, dia menambahkan, efek perseroan bisa diperdagangkan di seluruh pasar mulai perdagangan pagi ini.

Pada awal perdagangan setelah pencabutan suspensi, harga saham perusahaan tambang ini sempat naik 3 poin menjadi Rp100 dari sebelumnya Rp97 per lembar. Namun, pada pukul 11.00 WIB, harga saham BORN terkoreksi 24 poin atau 24,74% menjadi Rp73 per lembar.

Sekedar informasi, BEI pada akhir Juni lalu melakukan suspensi terhadap lima emiten lantaran terlambat menyampaikan laporan keuangan maupun denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

BORN disuspensi lantaran belum menyampaikan laporan kuangan 2013, sehingga Bursa melakukan suspensi perdagangan efek BORN di pasar reguler dan tunai sejak hari itu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham TIFA, Siap-siap Trading!
Telat Bayar Iuran Tahunan,...
Telat Bayar Iuran Tahunan, BEI Gembok 43 Emiten Saham
Penyebab Saham CDIA...
Penyebab Saham CDIA Digembok Bursa, Harganya Melonjak Tak Wajar usai IPO
Disuspensi Bursa, Ini...
Disuspensi Bursa, Ini Tanggapan Itama Ranoraya
Gokil! 10 Perusahaan...
Gokil! 10 Perusahaan Ini Dipasung BEI Lebih dari Setahun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved