Sidang Paripurna Pembahasan APBN 2015 'Molor' Lagi

Senin, 29 September 2014 - 15:04 WIB
Sidang Paripurna Pembahasan...
Sidang Paripurna Pembahasan APBN 2015 'Molor' Lagi
A A A
JAKARTA - Rapat Sidang Paripurna DPR RI terkait pembahasan RAPBN 2015 kembali molor. Sidang Paripurna yang tadinya dijadwalkan pukul 10.00 ini sempat diundur sekitar pukul 13.00. Namun kenyataannya, hingga pukul 14.30, rapat belum juga dimulai.

Berdasarkan pantauan Sindonews di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2014), nampak beberapa anggota dari beberapa fraksi di DPR sudah memadati ruang rapat sidang paripurna gedung Nusantara 2.

Rapat hari ini rencananya akan membahas mengenai Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 sehingga menjadi UU APBN 2015 yang akan menjadi acuan untuk pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dalam sidang paripurna ini, dari pemerintah akan diwakili oleh Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Chatib Basri.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Bank Indonesia semalam telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 di tingkat pertama. Draft tersebut nantinya akan dibawa ke Rapat Paripurna RUU APBN 2015, hari ini untuk segera diundangkan.

Menteri Keuangan Chatib Basri menyampaikan ucapan terima kasihnya atas telah disepakatinya pembahasan tingkat I RUU APBN 2015 untuk dilanjutkan di pembahasan tingkat II.

Rapat Banggar sendiri semalam dimulai pukul 17.00 dan baru berakhir pada pukul 22.30 WIB. "Mengingat rapat terakhir pemerintah periode 2009-2014 kami sampaikan terima kasih kepada bapak-ibu atas kerja sama selama ini," ucap Chatib semalam.

Draft APBN 2015 yang akan dibawa ke Sidang Paripurna RUU APBN 2015 hari ini antara lain untuk dilakukan pengesahan pertumbuhan ekonomi 5,8%, inflasi 4,4%, nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp11.900 per USD, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 6%, ICP USD105 per barel, lifting minyak bumi 900 ribu barel per hari, lifting gas bumi 1.248 ribu setara barel minyak per hari, penerimaan migas Rp312,97 triliun, PNBP Migas Rp13,99 triliun dan cost recovery USD16 miliar, pendapatan Mineral dan Batu Bara Rp24,599 triliun dan PNBP mineral dan batu bara Rp16,06 triliun.

Sementara untuk subsidi energi dianggarkan sebesar Rp344,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM, BBN, LPG, dan LGV ditetapkan Rp276,01 triliun dan subsidi listrik Rp68,68 triliun.

Defisit anggaran 2,21% terhadap PDB atau sebesar Rp245,8 triliun. Pembiayaan anggaran yang ditetapkan untuk menutup defisit 2015 sebesar Rp245,89 triliun berasal dari pembiayaan utang Rp254,8 triliun dan pembiayaan non utang sebesar Rp8,961 triliun.

Sedangkan target dividen BUMN dalam draft tersebut disebutkan sebesar Rp44 triliun, yaitu Pertamina Rp10,24 triliun, PLN Rp2.813 triliun, non Pertamina dan PLN Rp30,9 triliun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved