Laju Pasar Obligasi Diprediksi Melemah Terbatas

Selasa, 30 September 2014 - 15:32 WIB
Laju Pasar Obligasi...
Laju Pasar Obligasi Diprediksi Melemah Terbatas
A A A
JAKARTA - Laju pasar obligasi pada pekan ini diprediksi mulai melemah terbatas lantaran koreksi signifikan yang telah terjadi dalam dua pekan sebelumnya.

Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambda mengatakan, laju pasar obligasi pada pekan ini akan ditentukan oleh penilaian pelaku pasar terhadap rilis data-data makroekonomi Indonesia dan laju nilai tukar rupiah.

"Kami harapkan pelemahan yang ada dapat sedikit terbatas dengan telah dalamnya penurunan yang terjadi dalam 2 pekan kemarin," kata dia dalam risetnya.

Dia memperkirakan dan mengharapkan laju pasar obligasi mulai melemah terbatas dengan perubahan harga rata-rata minimal 20-35 basis points (bps). Tetapi, jika sebaliknya maka harga obligasi akan mencoba bergerak naik dengan minimal rata-rata 15-25 bps.

"Untuk itu, tetap cermati perubahan sentimen yang ada," saran Reza.

Pada pekan ini, pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara dalam mata uang pada hari ini (30/9/2014), dengan jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp10 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN-P 2014.

Rinciannya, Seri SPN03150103 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 3 Januari 2015; Seri SPN12151001 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 1 Oktober 2015; Seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% dan jatuh tempo pada 15 April 2019.

Selain itu, Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,000% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2029; Seri FR0068 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2034.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
2 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
5 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
6 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
8 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
9 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved