Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Ekonomi Global

Rabu, 08 Oktober 2014 - 08:58 WIB
Wall Street Anjlok Dipicu...
Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Ekonomi Global
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup anjlok lebih dari 1% dipicu lemahnya data ekonomi Jerman, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global menjelang laporan kinerja keuangan kuartal III.

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk kali ketiganya pada tahun ini, menunjukkan kondisi sulit bagi perusahaan, terutama yang memiliki eksposur multinasional.

Koreksi meluas, sepuluh sektor primer di indeks S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan saham yang terkait laju pertumbuhan ekonomi memimpin penurunan. Saham sektor industri (SPLRCI) anjlok 2,4%, sementara keuangan (SPSY) merosot 1,8%, dan komoditas (SPLRCM) jatuh 1,8%.

Saham Joy Global Inc (JOY.N) turun 4,2% menjadi USD51,69, sementara Caterpillar Inc (CAT.N) kehilangan 3,4% menjadi USD94,70 sebagai penurunan terbesar di indeks Dow. Adapun saham Boeing Co (BA.N) tergerus 2,3% menjadi USD123,32.

Produksi industri Jerman pada bulan Agustus turun 4%, yang merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari 5 tahun ini setelahlaporan menunjukkan pesanan barang manufaktur Jerman mengalami penurunan bulanan terbesar sejak 2009.

"Data itu sangat lemah, sehingga mendorong koreksi. Saya tidak berpikir ini adalah sesuatu tren yang mengerikan, tapi data yang lemah dan valuasi saat ini menuntut data yang lebih baik," kata Kepala Alokasi Aset diBaring asset Management Hayes Miller seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/10/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 272,52 poin atau 1,6% ke 16.719,39; indeks S&P 500 kehilangan 29,72 poin atau 1,51% ke 1.935,1, terendah sejak 12 Agustus; dan indeks Nasdaq Composite turun 69,60 poin atau 1,56% ke 4.385,20.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
7 menit yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
28 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
57 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved