ESDM: November, BBM Dicampur Bioetanol

Kamis, 09 Oktober 2014 - 16:26 WIB
ESDM: November, BBM...
ESDM: November, BBM Dicampur Bioetanol
A A A
JAKARTA - Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, PT Pertamina (Persero) akan mulai mengimplementasikan penggunaan bahan bakar nabati (BBN) jenis bioetanol untuk dicampur pada bahan bakar minyak (BBM) di November 2014.

Pelaksanaan pencampuran bioetanol pada sektor transportasi memiliki beberapa tahapan. "Pertamina misalnya perlu melakukan pengadaan (lelang), dan juga mempersiapkan sarana fasilitas blending-nya," kata dia di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Implementasi penggunaan bioetanol dilakukan seiring terbitnya Peraturan Menteri ESDM tentang revisi harga indeks pasar (HIP) bioetanol. Dadan mengungkapkan, Permen harga indeks pasar (HIP) bioetanol sudah ditandatangani Menteri ESDM ad interim Chairul Tanjung pada pekan lalu.

Saat ini, peraturan tersebut tinggal menunggu nomor surat keputusannya. Kementerian ESDM akan meningkatkan HIP bioetanol menjadi Argus+ 14% dari saat ini sebesar Argus+5%. Penetapan HIP bioethanol sebelumnya diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219 Tahun 2010 tentang HIP BBM dan BBN yang dicampurkan ke dalam jenis bahan bakar tertentu.

Aturan itu menyebutkan, formula harga bioetanol didasarkan pada harga publikasi Argus untuk etanol FOB Thailand ditambah 5%. Dengan rumusan tersebut, harga jual bioethanol di pasar domestik hanya Rp8.400 per liter atau lebih rendah dari biaya pokok produksi. Seiring kenaikan menjadi argus +14%, harga jual biotanol diperkirakan akan naik Rp200-Rp300 per liter.

Sementara, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari mengingatkan, target bauran energi baru terbarukan (EBT) sudah ada dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), sehingga pemerintah harus melakukan perbaikan kebijakan harga energi EBT agar dapat bersaing dengan energi fosil lainnya.

"Pemerintah harus memberikan insentif terhadap investasi atau pengembangan EBT. Selain itu, pemerintah mendorong inovasi nasional untuk pengembangan EBT," kata Rovicky.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Targetkan...
Kementerian ESDM Targetkan Konversi 1.000 Unit Motor BBM ke Listrik Tahun Ini
Mendorong Konversi Motor...
Mendorong Konversi Motor BBM Jadi Listrik, Begini Jurus Kementerian ESDM
Ratusan Nelayan Muba...
Ratusan Nelayan Muba Diverifikasi Kementerian ESDM Konversi BBM ke BBG
Nelayan Bakal Kembali...
Nelayan Bakal Kembali Dapat Konverter Kit
Perdana, Pemerintah...
Perdana, Pemerintah Salurkan 1.036 Paket Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Muba
Janji Pemerintah: Konversi...
Janji Pemerintah: Konversi 1,3 Juta Motor BBM ke Listrik hingga 2030
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
13 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
50 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
16 Bank Bangkrut hingga...
16 Bank Bangkrut hingga November 2024, Ini Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved