Wall Street Melemah, Indeks S&P Terkoreksi Tajam
Jum'at, 10 Oktober 2014 - 08:56 WIB
Wall Street Melemah, Indeks S&P Terkoreksi Tajam
A
A
A
NEW YORK - Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat ditutup balik arah melemah di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan imbasnya terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Koreksi tajam dialami indeks S&P 500, yang membukukan penurunan dengan persentase terbesar dalam enam bulan terakhir. Aksi jual menempatkan indeks S&P 500 pada titik terendah sejak 7 Agustus 2014, ditambah lemahnya data ekonomi Jerman sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa.
Ekspor Jerman pada Agustus merosot terbesar sejak Januari 2009 dan laporan awal pekan ini menujukkan terjadi penurunan tajam pada barang pesanan industri dan produksi.
"Investor fokus pada ketidakpastian ekonomi," kata Kepala Eksekutif dan pendiri Destination Wealth Management Michael Yoshikami seperti dilansir dari Reuters, Jumat (10/10/2014).
Di sisi lain, pernyataan Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard menambah kegelisahan pasar. Dia mengatakan keprihatinannya karena tidak sejalannya antara pandangan pasar dengan The Fed terkait kenaikan suku bunga acuan.
"Pasar membuat kesalahan," ujar Bullard, yang dipandang kalangan investor sebagai pemimpin diantara para pejabat Bank Sentral AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 334,97 poin atau 1,97% ke 16.659,25; indeks S&P 500 jatuh 40,68 atau 2,07% ke 1.928,21; dan indeks Nasdaq Composite tergerus 90,26 atau 2,02% ke 4.378,34.
Koreksi tajam dialami indeks S&P 500, yang membukukan penurunan dengan persentase terbesar dalam enam bulan terakhir. Aksi jual menempatkan indeks S&P 500 pada titik terendah sejak 7 Agustus 2014, ditambah lemahnya data ekonomi Jerman sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa.
Ekspor Jerman pada Agustus merosot terbesar sejak Januari 2009 dan laporan awal pekan ini menujukkan terjadi penurunan tajam pada barang pesanan industri dan produksi.
"Investor fokus pada ketidakpastian ekonomi," kata Kepala Eksekutif dan pendiri Destination Wealth Management Michael Yoshikami seperti dilansir dari Reuters, Jumat (10/10/2014).
Di sisi lain, pernyataan Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard menambah kegelisahan pasar. Dia mengatakan keprihatinannya karena tidak sejalannya antara pandangan pasar dengan The Fed terkait kenaikan suku bunga acuan.
"Pasar membuat kesalahan," ujar Bullard, yang dipandang kalangan investor sebagai pemimpin diantara para pejabat Bank Sentral AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 334,97 poin atau 1,97% ke 16.659,25; indeks S&P 500 jatuh 40,68 atau 2,07% ke 1.928,21; dan indeks Nasdaq Composite tergerus 90,26 atau 2,02% ke 4.378,34.
(rna)
Lihat Juga :