Mendag: Panggil Saya Rachmat, Jangan Pak Menteri

Senin, 27 Oktober 2014 - 21:07 WIB
Mendag: Panggil Saya...
Mendag: Panggil Saya Rachmat, Jangan Pak Menteri
A A A
RACHMAT Gobel mengaku sempat kaget ketika dipanggil "Pak Menteri" di lingkungan istana oleh beberapa orang. Tapi kini Rachmat Gobel benar-benar memegang identitas barunya sebagai menteri perdagangan periode 2014-2019 di kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Pengusaha sukses ini terpilih menjadi menteri karena dianggap piawai dalam kegiatan perdagangan dan perindustrian.

"Saya agak kaget ya. Semua panggil saya dengan sebutan 'Pak Menteri...Pak Menteri', haduh panggilah saja saya Pak Rachmat. Itu lebih asik saya pikir, jangan Pak Menteri. Saya juga manusia biasa," ujarnya di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (27/10/2014).

Dia mengaku juga sempat bingung ketika sampai di istana negara dengan keberadaan protokol di sana. Karena merupakan sesuatu yang belum biasa menurut dia.

"Sekarang saya ini sudah punya protokol sendiri, masih agak bingung sih. Tapi harus dibiasakan. Namanya juga tugas baru pasti banyak yang harus diadaptasikan," ujarnya sambil tersenyum.

Di akhir sambutannya saat serah terima jabatan, dia mengucapkan terima kasih kepada mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi atas kerja samanya selama ini di sektor perdagangan.

Karena patut diketahui, selama menjabat sebagai bos besar Panasonic Indonesia, Rachmat akrab dengan keduanya untuk berdiskusi masalah perdagangan dalam kapasitasnya sebagai pengusaha.

"Terima kasih buat Pak Lutfi dan Pak Bayu, atas kerja sama yang dilakukan selama ini, khususnya dengan saya dan perusahaan. Sungguh kontribusi yang sangat baik sekali selama 8 bulan ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," tandasnya.

(Baca: Rachmat Gobel Berasa Mimpi Jadi Mendag)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Pacu Ekspor Biomassa...
Pacu Ekspor Biomassa ke Jepang, Kemendag Gelar Business Matching Virtual
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
58 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
1 jam yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
1 jam yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
2 jam yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
2 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved