Melonjak 146%, Saham Dharma Samudera Disuspensi

Rabu, 05 November 2014 - 11:10 WIB
Melonjak 146%, Saham...
Melonjak 146%, Saham Dharma Samudera Disuspensi
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI) karena melonjaknya harga saham kumulatif secara signifikan.

P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Donni Kusuma Permana mengatakan, harga saham DSFI meningkat Rp73 atau 146% dari harga penutupan Rp50 pada 27 Oktober 2014 menjadi Rp123 pada 4 November 2014.

"Karena itu, BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Dharma Samudera Fishing Industries dalam rangka cooling down pada perdagangan hari ini," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi BEI, Rabu (4/11/2014).

Dia menjelaskan, suspensi tersebut dilakukan di pasar reguler dan tunai untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham DSFI.

Di samping itu, semua pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memperhatikan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Pada saat yang sama, BEI membuka suspensi perdagangan saham dan obligasi PT Arpeni Pratama Ocena Line Tbk (APOL) setelah suspensi dilakukan pada akhir September lalu.

BEI membuka suspensi lantaran perseroan telah melakukan pembayaran atas bunga dan fee ijarah ke-12 obligasi dan SBJM syariah ijarah Arpeni Pratama Ocena Line II tahun 2008.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham TIFA, Siap-siap Trading!
Telat Bayar Iuran Tahunan,...
Telat Bayar Iuran Tahunan, BEI Gembok 43 Emiten Saham
Penyebab Saham CDIA...
Penyebab Saham CDIA Digembok Bursa, Harganya Melonjak Tak Wajar usai IPO
Disuspensi Bursa, Ini...
Disuspensi Bursa, Ini Tanggapan Itama Ranoraya
Gokil! 10 Perusahaan...
Gokil! 10 Perusahaan Ini Dipasung BEI Lebih dari Setahun
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved