Indeks Dow dan S&P Ditutup Perbaiki Rekor

Jum'at, 07 November 2014 - 08:59 WIB
Indeks Dow dan S&P Ditutup...
Indeks Dow dan S&P Ditutup Perbaiki Rekor
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir menguat tipis di tengah fluktuatifnya perdagangan. Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil memperbaiki rekornya.

Penguatan itu didukung adanya sinyal bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengambil kebijakan lebih jika diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi zona Eropa.

Presiden ECB Mario Draghi mengindikasikan dukungan untuk melakukan langkah tambahan demi meningkatkan perekonomian zona Eropa. Dia juga mengatakan bahwa Dewan Gubernur ECB seluruhnya berkomitmen untuk menggunakan langkah konvensional.

"Draghi memberi kejelasan tapi masih ada hal yang lain harus diperjelas. Tidak sehat jika hanya fokus pada harapan stimulus, dan bukan fundamental," kata Kepala Strategi Pasar di Jones Trading Michael O'Rourke seperti dilansir dari Reuters, Jumat (7/11/2014).

Indeks utama berfluktuasi sepanjang hari. Saham yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi ditutup menguat. Tapi kinerja yang menurun menekan saham Qualcomm (QCOM.O).

Qualcomm Inc (QCOM.O) menekan sektor teknologi, merosot 8,6% menjadi USD70,58 sehari setelah mengatakan penyelidikan antitrust dan masalah royalti bisa membahayakan bisnisnya di China tahun depan.

Saham sektor telekomunikasi (SPLRCL) dan utilitas (SPLRCU) ditutup paling lemah, masing-masing susut 0,8% dan 1,8%. Sementara saham industri (SPLRCI) naik 1,1%.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 69,94 poin atau 0,4% ke 17.554,5; indeks S&P 500 menguat 7,64 poin atau 0,38% ke 2.031,2; dan Nasdaq Composite bertambah 17,75 poin atau 0,38% ke 4.638,47.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
5 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved