AP3BI: Pasar Beton Pracetak dan Prategang Prospektif

Kamis, 13 November 2014 - 04:43 WIB
AP3BI: Pasar Beton Pracetak...
AP3BI: Pasar Beton Pracetak dan Prategang Prospektif
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3BI) Wilfred Singkali mengatakan, pasar beton di Tanah Air masih sangat prospektif, mengingat Indonesia terus membangun konstruksi-konstruksi besar di pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pasar kita masih sangat prospektif dengan pembangunan kontruksi berskala besar. Bahkan, kita masih mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri dengan nilai rupiah sekitar Rp14 triliun dari total produksi beton pracetak-prategang dari para produsen," ujarnya, Rabu (12/11/2014).

Penggunaan beton pracetak-prategang, lanjut Wilfred, akan lebih masif jika pembangunan secara nasional lebih merata. Kendala yang saat ini, penggunaan beton pracetak lebih banyak berpusat di sentra-sentra ekonomi dan bisnis, terutama di Pulau Jawa.

"Kalau di luar Pulau Jawa dan Sumatera, penggunaan beton masih dilakukan dengan cara-cara yang konservatif. Dari sisi waktu, biaya dan jaminan ketahanan juga harus dipantau. Karena itu, pertumbuhan kontruksi harus merata agar penggunaan beton pracetak ini bisa diterapkan di berbagai daerah Indonesia," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved