Garuda Catat Rugi Sembilan Bulan Rp2,63 T

Kamis, 13 November 2014 - 14:49 WIB
Garuda Catat Rugi Sembilan...
Garuda Catat Rugi Sembilan Bulan Rp2,63 T
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat rugi bersih dalam sembilan bulan pertama tahun ini sebesar USD219,51 juta atau setara Rp2,63 triliun (kurs Rp12.000).

Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (13/11/2014) menunjukkan, perseroan hingga akhir kuartal III/2014 mengalami peningkatan mencapai 1.390% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD14,73 juta.

Hal ini lebih disebabkan karena beberapa pos beban perseroan, seperti beban usaha, dan beban keuangan sepanjang periode tersebut terus mengalami peningkatan.

Dalam sembilan bulan, pendapatan usaha perseroan hanya meningkat 4,1% menjadi USD2,8 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya USD2,69 miliar.

Kontribusi pendapatan usaha terbesar perseroan sepanjang periode tersebut berasal dari penerbangan berjadwal sebesar USD2,47 miliar, sementara dari penerbangan lainnya sebesar USD220,39 juta dan dari penerbangan tidak berjadwal sebesar USD107,12 juta.

Seiring meningkatnya pendapatan usaha, beban usaha perseroan ikut mengalami peningkatan 12,96% menjadi USD3,05 miliar dari sebelumnya USD2,70 miliar di periode sama tahun lalu.

Hasil ini membuat perseroan membukukan rugi usaha sebesar USD250,35 juta di periode tersebut dibanding periode sama tahun sebelumnya yang masih mampu membukukan laba usaha sebesar USD29,41 juta.

Selain itu, adanya peningkatan pada beban keuangan dari sebelumnya USD44,30 juta di periode sembilan bulan tahun lalu menjadi USD57,84 juta membuat rugi sebelum pajak di periode tersebut makin tergerus menjadi USD298,79 juta dari sebelumnya USD2,25 juta.

Kendati kinerja keuangan maskapai penerbangan pelat merah ini masih kurang bagus, namun aset perseroan justru mengalami pertumbuhan di akhir September 2014, yakni menjadi USD3,16 miliar dari posisi akhir tahun lalu USD2,95 miliar.

Adapun untuk ekuitas hingga akhir September 2014 tercatat sebesar USD1,04 miliar, atau menurun dibanding akhir 2013 yang tercatat sebesar USD1,12 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Intip 5 Siasat Garuda...
Intip 5 Siasat Garuda Indonesia Saat Beban Utang Terus Membengkak
Menakar Skema Penyelamatan...
Menakar Skema Penyelamatan Garuda Indonesia di Tengah Lilitan Utang Jumbo
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Selamatkan Garuda Indonesia,...
Selamatkan Garuda Indonesia, Pengamat Penerbangan Minta Semua Pihak Satu Bahasa
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Glenny H Kairupan, Dirut Baru Garuda Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved