Indeks S&P dan Dow Ditutup Lanjutkan Koreksi

Rabu, 10 Desember 2014 - 08:56 WIB
Indeks S&P dan Dow Ditutup...
Indeks S&P dan Dow Ditutup Lanjutkan Koreksi
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 dan Dow Jones pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup kembali melanjutkan koreksi karena kekhawatiran terhadap pelemahan ekonomi dan gejolak politik global di tengah menguatnya saham sektor teknologi dan energi.

Saham sektor energi dan teknologi mendorong pasar saham dan membawa indeks Nasdaq berakhir menguat. Saham Apple (AAPL.O) naik 1,5% menjadi USD114,12. Sementara saham berkapitalisasi kecil juga ikut naik. Indeks Russell 2000 (TOY) terkerek 1,8%.

“Pasar saham pada umumnya mengalami penguatan sejak koreksi tajam pada 15 Oktober lalu. Kurang dari dua bulan lalu, indeks datar di tahun ini, sehingga investor sangat peka terhadap penurunan potensial di pasar," kata CEO Sarhan Capital di New York Adam Sarhan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (10/12/2014).

Sementara itu, situasi politik di Yunani yang tidak kondusif membuat investor bingung. Adapun saham yang memimpin pelemahan tertinggi di indeks S&P 500 dan Dow adalah telekomunikasi di tengah kekhawatiran global terhadap perang harga. Sektor telekomunikasi di indeks S&P 500 (SPLRCL) anjlok 3,2%, dengan saham Verizon Communications (VZ.N) jatuh 4% ke USD46,92.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 51,28 poin atau 0,29% ke 17.801,2; indeks S&P 500 kehilangan 0,49 poin atau 0,02% ke 2.059,82; sedangkan Nasdaq Composite bertambah 25,77 poin atau 0,54% ke 4.766,47.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
57 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved