APEX Berpotensi Bukukan Backlog Kontrak Rp7,5 T
Rabu, 10 Desember 2014 - 12:36 WIB
APEX Berpotensi Bukukan Backlog Kontrak Rp7,5 T
A
A
A
JAKARTA - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) memperkirakan masih memiliki potensi membukukan kontrak jangka panjang (backlog) sebesar USD614 juta atau sekitar Rp7,55 triliun (kurs Rp12.300) selama tiga tahun.
Direktur Utama APEX Zainal Abidin mengatakan, potensi kontrak tersebut berasal dari 14 kontrak kerja (KK).
"Untuk tiga tahun ke depan, perseroan berpotensi mendapatkan revenue USD614 juta sudah termasuk rig Tasha kita yang baru. Angka tersebut untuk 14 kontrak," ujar dia dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Dia menjelaskan, semua rig di darat maupun lepas pantai (offshore) sudah mendapat kontrak kerja.
"Sebesar USD614 juta kontrak yang sudah dipegang hampir untuk semua rig kita. Semua rig offshore sudah bekerja termasuk rig darat," ujar dia.
Sementara kontrak yang diperoleh, namun belum direalisasikan perseroan tersebut akan jatuh tempo pada 2015, 2016, dan 2017 mendatang.
Sekadar informasi, APEX saat ini memiliki tujuh unit offshore rig, delapan rig darat, serta satu unit floating production, storage and offloading (FPSO).
Sementara Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma mennargetkan pendapatan mencapai USD290 juta pada 2015 atau meningkat 28,88% dibanding proyeksi pendapatan tahun ini sebesar USD225 juta.
Direktur Utama APEX Zainal Abidin mengatakan, potensi kontrak tersebut berasal dari 14 kontrak kerja (KK).
"Untuk tiga tahun ke depan, perseroan berpotensi mendapatkan revenue USD614 juta sudah termasuk rig Tasha kita yang baru. Angka tersebut untuk 14 kontrak," ujar dia dalam paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/12/2014).
Dia menjelaskan, semua rig di darat maupun lepas pantai (offshore) sudah mendapat kontrak kerja.
"Sebesar USD614 juta kontrak yang sudah dipegang hampir untuk semua rig kita. Semua rig offshore sudah bekerja termasuk rig darat," ujar dia.
Sementara kontrak yang diperoleh, namun belum direalisasikan perseroan tersebut akan jatuh tempo pada 2015, 2016, dan 2017 mendatang.
Sekadar informasi, APEX saat ini memiliki tujuh unit offshore rig, delapan rig darat, serta satu unit floating production, storage and offloading (FPSO).
Sementara Strategic Planning Specialist APEX Pretycia Darma mennargetkan pendapatan mencapai USD290 juta pada 2015 atau meningkat 28,88% dibanding proyeksi pendapatan tahun ini sebesar USD225 juta.
(rna)
Lihat Juga :