PKPK Incar Delapan Kontrak Migas Rp450 M

Rabu, 07 Januari 2015 - 06:24 WIB
PKPK Incar Delapan Kontrak...
PKPK Incar Delapan Kontrak Migas Rp450 M
A A A
JAKARTA - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) sepanjang tahun ini, mengincar delapan kontrak baru di bidang konstruksi jasa minyak dan gas bumi (migas) senilai Rp450 miliar.

Direktur Administrasi & Keuangan PKPK, Untung Haryono mengatakan, perseroan tengah mengkaji rencana pergantian lini bisnis utama dari pertambangan batu bara menjadi konstruksi jasa minyak dan gas bumi.

Setelah kajian internal selesai, perusahaan bakal mengajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meminta persetujuan pergantian bisnis utama tersebut.

"Kami sedang melakukan kajian internal dahulu. Setelah selesai, baru kami minta izin ke otoritas untuk ganti lini bisnis utama. Kami yakin, mereka (OJK dan BEI) setuju, karena pergantian linis bisnis ini demi masa depan perusahaan yang lebih baik ke depan," ujar Untung dalam rilisnya, Selasa (6/1/2014).

Dia menyebutkan, dari delapan kontrak ada dua kontrak yang sudah jelas akan diikuti tendernya oleh perseroan pada 2015.

"Dua kontrak jasa konstruksi migas tersebut adalah proyek dari PT Technip Indonesia senilai Rp42 miliar, dan Cevron Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp48 miliar," ungkap Untung.

Selain dua kontrak tersebut, perusahaan juga sedang mengincar beberapa kontrak lain, seperti kontrak dari Vico Indonesia, Eni Muara Bakau. Jika dihitung secara konsolidasi, nilai kontrak baru yang diincar hingga penghujung 2015 mencapai Rp450 miliar.

Dia menambahkan, pihaknya juga merambah bisnis properti. Hal ini lantaran, bisnis konstruksi jasa migas lebih bersifat jangka pendek, sementara perseroan membutuhkan kontrak proyek yang cukup panjang, seperti properti.

"Sektor properti juga ada rencana kita masuki, namun setelah proses ubah haluan bisnis ini selesai. Pemegang saham kami ada yang punya lahan di wilayah Kalimantan Timur, dan sepertinya lahan itu cocok buat bisnis properti," ujarnya.

Sebagai catatan, hingga kuartal III/2014, pendapatan usaha perseroan baru mencapai Rp47,97 miliar, turun 74,03% dibandingkan dengan pendapatan usaha pada periode yang sama 2013, sebesar Rp184,73 miliar.

Hal tersebut menyebabkan PKPK harus rela mengalami rugi bersih sebesar Rp14,42 miliar. Padahal pada periode yang sama 2013, perseroan masih sanggup membukukan laba bersih sebesar Rp752,91 juta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wika Sebar Dividen Rp457...
Wika Sebar Dividen Rp457 Miliar dari Laba Bersih 2019
Sah, Menteri BUMN Ganti...
Sah, Menteri BUMN Ganti Dirut WIKA jadi Agung Budi Waskito
Dengan Anggaran Rp700...
Dengan Anggaran Rp700 Miliar, Renovasi Sarinah Kelar Agustus 2021
Dua Direkturnya Jadi...
Dua Direkturnya Jadi Dirut, Jajaran Direksi WIKA Bakal Dirombak
Jadi Dirut WIKA, Begini...
Jadi Dirut WIKA, Begini Jejak Karier Agung Budi Waskito
Pemerintah Belum Bayar...
Pemerintah Belum Bayar Utang ke Wika Rp59,9 Miliar
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
46 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved