Jokowi Minta Asumsi Makro di RAPBN-P 2015 Realistis

Senin, 19 Januari 2015 - 15:26 WIB
Jokowi Minta Asumsi...
Jokowi Minta Asumsi Makro di RAPBN-P 2015 Realistis
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 dibuat serealistis mungkin.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, usai sidang kabinet paripurna dalam rangka konsolidasi pemerintah terkait RAPBN-P 2015.

"Terkait asumsi makro, kami diminta mencermati asumsi yang lebih realistis. Pertumbuhan ekonomi, harga minyak, nilai tukar, dan lifting minyak," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Dia mengatakan, asumsi terkait lifting minyak dan harga minyak sendiri, akan dikoordinasikan dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kami akan koordinasi dengan Menteri ESDM (Sudirman Said). Kalau enggak realistis itu bisa mengganggu program kegiatan pemerintah," kata Bambang.

Sementara, terkait asumsi pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya dipatok 5,8% di APBN 2015, pemerintah akan melihatnya secara realistis dengan turut memperhatikan pengaruh ekonomi global.

"Tadi dibahas soal pertumbuhan ekonomi dibuat realistis. Presiden meminta kita mengkaji apakah pertumbuhan itu realistis apa belum. Tidak bicara soal angka," jelasnya.

Bambang berharap, proses pembahasan APBNP 2015 ini akan selesai dalam satu bulan, sehingga pada 12 Februari 2015, pemerintah sudah punya draf anggaran baru yang sesuai visi dan misi Jokowi.

"Lalu diminta seluruh kementerian untuk ikuti progres RAPBN-P ini dan semoga selesai pada 12 Februari 2015," tandas dia.

Sekadar informasi, pagi tadi pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah melakukan pembahasan perdana dengan DPR RI, mengenai draft RAPBNP 2015.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
15 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
19 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
20 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved