BKPM Optimistis Capai Target Investasi Rp519 T
Rabu, 28 Januari 2015 - 16:18 WIB
BKPM Optimistis Capai Target Investasi Rp519 T
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani optimistis mampu mencapai target realisasi investasi sebesar Rp519 triliun pada 2015.
"Tahun lalu saja, kita mampu melampaui target dari Rp456,6 triliun menjadi Rp461,1 triliun. Karena itu, kita yakin bisa capai Rp519 triliun di 2015," kata Franky dalam pemaparan Realisasi Penanaman Modal PMDN-PMA di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Berdasarkan realisasi investasi Rp519 triliun tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp175,8 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp343,7 triliun.
Sedangkan untuk sektor investasi di tahun ini diprediksi masih akan bervariasi, seperti perkebunan, listrik perikanan, manufakturing, air, semen, dan petrokimia.
Untuk mencapai target realisasi investasi tahun ini, Franky mengatakan, BKPM bukan hanya akan memastikan kemudahan izin investasi, namun juga fokus pada proses pembangunan hingga tuntas.
"Kami melihat saat ini, banyak yang sudah memiliki izin, namun menemui hambatan dalam konstruksi. Tentu kita akan fokus agar konstruksinya lancar. Jika lancar tentu itu akan menambah realisasi investasi," tukasnya.
(Baca: Realisasi Investasi China di Indonesia Geser Posisi AS)
"Tahun lalu saja, kita mampu melampaui target dari Rp456,6 triliun menjadi Rp461,1 triliun. Karena itu, kita yakin bisa capai Rp519 triliun di 2015," kata Franky dalam pemaparan Realisasi Penanaman Modal PMDN-PMA di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Berdasarkan realisasi investasi Rp519 triliun tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp175,8 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp343,7 triliun.
Sedangkan untuk sektor investasi di tahun ini diprediksi masih akan bervariasi, seperti perkebunan, listrik perikanan, manufakturing, air, semen, dan petrokimia.
Untuk mencapai target realisasi investasi tahun ini, Franky mengatakan, BKPM bukan hanya akan memastikan kemudahan izin investasi, namun juga fokus pada proses pembangunan hingga tuntas.
"Kami melihat saat ini, banyak yang sudah memiliki izin, namun menemui hambatan dalam konstruksi. Tentu kita akan fokus agar konstruksinya lancar. Jika lancar tentu itu akan menambah realisasi investasi," tukasnya.
(Baca: Realisasi Investasi China di Indonesia Geser Posisi AS)
(rna)
Lihat Juga :