DPR: Dana PMN Rp72 T Bisa Bangun 12 Provinsi
Kamis, 29 Januari 2015 - 06:14 WIB
DPR: Dana PMN Rp72 T Bisa Bangun 12 Provinsi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menilai, total dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp72 triliun yang diajukan Menteri BUMN Rini Soemarno bisa untuk membangun hingga 12 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, dana besar tersebut perlu dikaji kembali mengenai signifikansinya untuk perusahaan pelat merah.
"Jadi bisa kita bangun 12 provinsi dengan dana ini. Ini perlu dipikir ulang, apakah dana ini begitu mendesak atau tidak," ujarnya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Dia mengatakan, dana yang digelontorkan tersebut bersumber dari target penerimaan pajak, yang selama sepuluh tahun terakhir belum tercapai.
"Apa ya, kita akan berhutang sedangkan target pajaknya saja enggak tercapai? Kita sudah buat sejarah. Ini harus jelas dan terang, bagaimana impact-nya ke kesejahteraan, kemiskinan dan lainnya," imbuh Marwan.
Menurutnya, dana tersebut bisa digunakan untuk membangun infrastruktur daerah yang lebih penting, seperti jembatan lintas tengah Sumatera yang putus.
"Ini (jembatan lintas tengah Sumatera) menurut saya lebih penting, begitu banyak jalan rusak, bendungan yang dibangun tahun 1980-an, irigasi enggak mengalir, ini yang lebih penting," tandasnya.
Menurutnya, dana besar tersebut perlu dikaji kembali mengenai signifikansinya untuk perusahaan pelat merah.
"Jadi bisa kita bangun 12 provinsi dengan dana ini. Ini perlu dipikir ulang, apakah dana ini begitu mendesak atau tidak," ujarnya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Dia mengatakan, dana yang digelontorkan tersebut bersumber dari target penerimaan pajak, yang selama sepuluh tahun terakhir belum tercapai.
"Apa ya, kita akan berhutang sedangkan target pajaknya saja enggak tercapai? Kita sudah buat sejarah. Ini harus jelas dan terang, bagaimana impact-nya ke kesejahteraan, kemiskinan dan lainnya," imbuh Marwan.
Menurutnya, dana tersebut bisa digunakan untuk membangun infrastruktur daerah yang lebih penting, seperti jembatan lintas tengah Sumatera yang putus.
"Ini (jembatan lintas tengah Sumatera) menurut saya lebih penting, begitu banyak jalan rusak, bendungan yang dibangun tahun 1980-an, irigasi enggak mengalir, ini yang lebih penting," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :