INSA: Pemerintah Tak Berpihak Pengusaha Kapal Nasional

Selasa, 10 Februari 2015 - 14:31 WIB
INSA: Pemerintah Tak...
INSA: Pemerintah Tak Berpihak Pengusaha Kapal Nasional
A A A
JAKARTA - Indonesian National Shipowner Association (INSA) mengeluhkan ketidakberpihakan pemerintah terhadap pengusaha kapal nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto.

Dia mengungkapkan, salah satu ketidakberpihakan tersebut adalah pengenaan pajak terhadap kapal Indonesia yang mengangkut barang dari dan keluar negeri. "Kapal Indonesia itu diberikan pajak. Contohnya kapal berangkat dari Vietnam yang membawa beras masuk ke Indonesia lagi, dan itu dikenakan pajak PPN/PPH," ujar Carmelita di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Lain halnya dengan kapal asing yang masuk dan keluar Indonesia. Kapal-kapal tersebut tidak dikenakan pajak. Sebab itu, Carmelita berharap hal tersebut diterapkan juga terhadap kapal Indonesia.

"Ini kita harapkan pemerintah Indonesia melakukan term of trade, ekspor kapal asing mereka tidak kena pajak. Contoh, kapal asing dari Korea ngangkut barang tidak kena," tegasnya.

Dia menjelaskan, ketidakberpihakan tersebut mengakibatkan perusahaan pelayaran Indonesia tidak mampu bersaing dengan perusahaan asing. Selain itu, dari sisi biaya pelayaran, INSA selalu dikaitkan untuk menurunkan biaya. Namun, banyak faktor di luar INSA yang membuat biaya pelayaran tinggi.

"Terus terang saja, biaya di pelabuhan banyak yang mahal. Ada perantara calo, pelayaran ditekan dengan freight murah, tapi orang lain menekan, biaya pelabuhan diambilnya melalui kita. Saya ingin alihkan kepemilik barang, biar tahu berapa biaya sebenarnya," tandas Carmelita.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terjepit, Sektor Pelayaran...
Terjepit, Sektor Pelayaran Butuh Stimulus Cepat dan Tepat
DPP INSA Minta Pemerintah...
DPP INSA Minta Pemerintah Tinjau Nasib Kapal Roro
Industri Pelayaran Optimistis...
Industri Pelayaran Optimistis Dongkrak Kinerja di 2022
Jadi Anggota Dewan IMO,...
Jadi Anggota Dewan IMO, Indonesia Angkat 3 Isu Maritim
INSA Sebut Tantangan...
INSA Sebut Tantangan Pelayaran Makin Kompleks di 2021
INSA Dukung Larangan...
INSA Dukung Larangan Mudik dengan Batasi Pelayaran
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
11 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
34 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
41 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved