Indeks Nasdaq Perpanjang Reli Didukung Saham Apple

Selasa, 24 Februari 2015 - 08:45 WIB
Indeks Nasdaq Perpanjang...
Indeks Nasdaq Perpanjang Reli Didukung Saham Apple
A A A
NEW YORK - Indeks Nasdaq berakhir memperpanjang reli untuk hari kesembilan pada perdagangan Senin waktu setempat didukung menguatnya saham Apple (AAPL.O). Sementara indeks Dow dan S&P 500 terkoreksi karena turunnya harga minyak akibat terseret saham energi.

Kenaikan indeks Nasdaq merupakan yang terpanjang sejak September 2010, menempatkan indeks ini lebih dekat ke level intraday tertinggi di 5.132,52. Pendorong terbesar reli Nasdaq adalah saham Apple, yang naik 2,7% menjadi USD133,00.

Sementara harga minyak jatuh, dengan WTI turun 2,7% menjadi USD49,45 per barel di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan dan menguatnya USD, sehingga menekan sektor energi di indeks S&P (SPNY), yang turun 0,4%.

Sementara sektor perumahan (HGX) turun 0,5% setelah penjualan rumah jatuh ke posisi terendah dalam sembilan bulan pada bulan Januari 2015.

"Kami memiliki beberapa data perumahan yang mengecewakan pagi ini, dan harga minyak lebih rendah yang cukup meredam sentimen," kata Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir dari Reuters, Selasa (24/2/2015).

Di sisi lain, investor enggan membuat taruhan besar sebelum pertemuan setengah tahunan Federal Reserve pekan ini terkait waktu penaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 23,6 poin atau 0,13% ke 18.116,84; indeks S&P 500 melemah 0,64 poin atau 0,03% ke 2.109,66; dan indeks Nasdaq bertambah 5,01 poin atau 0,1% ke 4.960,97.

Sekitar 5,9 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 7 miliar lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
39 menit yang lalu
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
1 jam yang lalu
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
2 jam yang lalu
Kisah BRILink Agen John,...
Kisah BRILink Agen John, Dorong Perekonomian Masyarakat Perbatasan RI-Papua Nugini
2 jam yang lalu
Bisnis F&B Tumbuh Pesat,...
Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia
3 jam yang lalu
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved