Gapki Tolak Penurunan Batas Bawah BK CPO

Jum'at, 27 Februari 2015 - 16:41 WIB
Gapki Tolak Penurunan...
Gapki Tolak Penurunan Batas Bawah BK CPO
A A A
BADUNG - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menolak rencana pemerintah yang akan menurunkan bea keluar (BK) ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Alasannya, penurunan itu akan sangat memberatkan industri sawit.

"Harga (CPO) yang rendah ‎ini saja sudah memberatkan industri untuk menutupi biaya operasional dan produksi," kata Ketua Umum Gapki Joefly J Bachroeny di acara Munas IX Gapki di Badung, Bali, Jumat (27/2/2015).

Joefly berharap, pemerintah memberikan dukungan ‎kepada industri sawit dengan tidak mengeluarkan peraturan kontraproduktif, yang mengakibatkan daya saing minyak sawit Indonesia berkurang di pasar global.

Bahkan, kata dia, Gapki meminta kepada pemerintah agar dana hasil BK yang selama ini dikutip pemerintah dikembalikan untuk pengembangan industri sawit.

Dana tersebut bisa untuk mendukung kegiatan riset, kampanye positif industri sawit, pembangunan infrastruktur dan implementasi sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Menurutnya, pada 2014 merupakan ‎tahun yang berat bagi perdagangan CPO. Seperti diketahui, harga CPO internasional terus menurun sejak September 2014. Hingga saat ini, harga CPO masih stagnan dan belum mampu menembus batas bawah harga penetapan BK USD750 per ton.

Tarif bea keluar progresif untuk CPO saat ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.011/2008 tentang penetapan barang ekspor yang dikenai bea keluar dan tarif bea keluar.

Tarif bea keluar CPO terendah adalah 7,5% untuk harga referensi USD750-800 per ton. Di bawah USD750 per ton, bea keluar CPO otomatis hilang.‎ Sedangkan bea tertinggi adalah 22,5% untuk harga referensi di atas USD1.250 ton.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gapki Catat Produksi...
Gapki Catat Produksi CPO Naik 9,2% Jadi 4,5 Juta Ton di Oktober 2023
Kabar Gembira bagi Pemilik...
Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan
Cegah Karhutla, Menteri...
Cegah Karhutla, Menteri KLH Minta Pengusaha Kelapa Sawit Koordinasi dengan Gapki
Jika Mentok di CPO Saja,...
Jika Mentok di CPO Saja, Masa Depan Industri Sawit Tak Berkembang
Naik Tipis, Produksi...
Naik Tipis, Produksi CPO Tahun Ini Capai 47,4 Juta Ton
RI Disarankan Gandeng...
RI Disarankan Gandeng Malaysia untuk Stabilkan Harga Minyak Sawit
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Luncurkan Kota...
Iran Luncurkan Kota Rudal Bawah Tanah Berisi Ribuan Rudal Presisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved