OJK Nilai Industri Jasa Keuangan Masih Stabil

Kamis, 12 Maret 2015 - 19:08 WIB
OJK Nilai Industri Jasa...
OJK Nilai Industri Jasa Keuangan Masih Stabil
A A A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyatakan, kinerja keuangan dan profil risiko lembaga jasa keuangan sampai Februari masih dalam kondisi stabil.

Pihaknya mendapatkan kepastian tersebut setelah melakukan Rapat Bulanan Dewan Komisioner, kemarin. Termasuk di dalamnya, kinerja pasar modal domestik pada Februari yang cenderung menguat.

Penguatan tersebut terlihat dari peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN)," ujarnya di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Nurhaida menjelaskan, penguatan ini pengaruh dari sentimen global seperti normalisasi The Fed yang belum dilaksanakan dalam waktu dekat, kesepakatan bailout Yunani, dan Quantitive Easing zona Euro.

Menurutnya, faktor selanjutnya adalah membaiknya data ekonomi domestik antara lain data inflasi, neraca perdagangan, dan transaksi berjalan.

Di tempat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Bank I OJK, Irwan Lubis mengatakan, kondisi keuangan pada lembaga jasa keuangan juga terpantau dalam kondisi baik. Meskipun, pertumbuhan kredit perbankan dan piutang pembiayaan melambat per Januari.

Pertumbuhan kredit perbankan dan piutang pembiayaan per Januari 2015 tercatat sebesar 11,55% dan 4,68% Year on Year (yoy). Melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,58% dan 5,22% yoy. "Tapi masih sejalan dengan proses penyesuaian dalam perekonomian domestik," jelas Irwan.

Dia menjelaskan, risiko kredit di industri jasa keuangan masih pada level yang relatif rendah. Tercermin dari kualitas kredit perbankan yang mengalami kenaikan tipis dan masih terjaganya angka kredit macet (NPL).

"Tingkat kredit bermasalah (non-performing loan) per Januari lalu yaitu sebesar 2,23% gross dan 1,15% net dibanding posisi Desember tahun lalu sebesar 2,04% dan 1,01%. NPL dan pembiayaan bermasalah masih terjaga di bawah level threshold sebesar 5%," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
7 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
14 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
39 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved