Masih Bulan Madu, Rupiah Era Jokowi Seharusnya Perkasa

Jum'at, 13 Maret 2015 - 12:04 WIB
Masih Bulan Madu, Rupiah...
Masih Bulan Madu, Rupiah Era Jokowi Seharusnya Perkasa
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Didik J Rachbini menigungkapkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya mampu menguat. Pasalnya, masa jabatannya belum genap satu semester dan masih dalam masa 'bulan madu'.

Dia mengatakan, harapan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi masih besar. Mulai dari iklim usaha hingga masalah demokrasi yang diekspektasikan masih dalam kondisi yang cukup baik.

"Mestinya rupiah pada masa Jokowi ini bertahan, bahkan mungkin bisa kuat. Mengapa? Karena pertama kita bulan madu, harapan bisnis, ekspektasi, demokrasi yang bagus," ucapnya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Selain itu, sambung Didik, reformasi subsidi yang dilakukan pemerintah membuat impor bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya gencar dilakukan, menjadi lebih seimbang. Reformasi subsidi pun membuat ruang fiskal pemerintah menjadi lebih besar.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD yang cenderung signifikan ini disebabkan pemerintah yang meremehkan pelemahan nilai tukar yang terjadi.

"Tapi mengapa ini masih goyang terus, karena pemerintah sangat meremehkan. Jadi enggak boleh meremehkan nilai tukar. Juga menyatakan bahwa nilai rupiah melemah, pemerintah untung. Jangan mengatakan begitu. Ada satu masalah untung, tapi yang lain rugi semua," tandas dia.

(Baca: Pemerintah Terlalu Santai Hadapi Pelemahan Rupiah).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved