BI Terapkan Bias Ketat Jaga Rupiah

Jum'at, 13 Maret 2015 - 14:04 WIB
BI Terapkan Bias Ketat...
BI Terapkan Bias Ketat Jaga Rupiah
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan akan tetap menerapkan kebijakan moneter ketat. Sejalan dengan nilai tukar rupiah yang beberapa hari terakhir ini ambruk.

Menurutnya, masih diperlukan sepanjang tahun ini karena upaya menjaga stabilitas perekonomian masih dibayangi berbagai tekanan ekonomi global, dan ancaman laju inflasi dari domestik.

"Arah kebijakan BI terkait rupiah kita akan fokus pada menjaga stabilisasi ekonomi makro. Kita akan jaga, kita akan fokus untuk jaga stabilitasi makro ekonomi dan posisi kita secara moneter dikatakan bias ketat," ujarnya di Gedung Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Agus menjelaskan bahwa kebijakan bias ketat dilakukan untuk optimis yakin inflasi mengarah ke level 4% plus minus 1%. "Kita ingin meyakinkan inflasi tahun ini dan tahin depan sebagaimana ditargetkan. Kita cukup percaya angka itu dicapai di 2015 lebih baik," jelasnya.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini makin melempem seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg siang hari ini pada level Rp13.204/USD. Posisi tersebut makin jauh dari posisi penutupan Kamis (12/3/2015) di level Rp13.182/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa rupiah pada level Rp13.202/USD. Posisi itu masih terdepresiasi dibanding hari sebelumnya di level Rp13.173/USD.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved