Strategi Pengembang Properti Hadapi Pelemahan Rupiah

Senin, 16 Maret 2015 - 06:19 WIB
Strategi Pengembang...
Strategi Pengembang Properti Hadapi Pelemahan Rupiah
A A A
DEPOK - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah di atas Rp13.000, cukup memengaruhi sektor properti. Strategi penjualan dilakukan pengembang agar tidak terbebani fluktuasi rupiah.

"Dolar naik, ya berpengaruh. Tapi sebagaian developer masih bertahan untuk tidak menaikkan harga rumah. Salah satu penyebabnya daya beli masyarakat yang masih rendah. Di samping itu banyak faktor lain," ujar Direktur PT Rolas Sapta Mandiri Abdul Khaer, Minggu (15/3/2015).

Menurutnya, para pengembang enggan menaikkan harga jual rumah dipengaruhi oleh nilai tukar dolar yang fluktuatif. Mereka sejak awal 2015 sudah menaikkan harga.

Pemilik Rolas Properti group ini mengungkapkan, langkah tersebut diambil sebagai strategi menyiasati kenaikan dolar yang naik turun. "Kita memang sudah menaikan harga rumah sejak Januari 2015. Ini kita lakukan untuk menyiasati pasar. Sementara untuk bahan bangunan juga tidak terlalu signifikan kenaikannya," ujarnya.

Khaer menuturkan, faktor penyebab lainnya adalah belum pulihnya kondisi konsumen setelah musim penghujan. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat mereka meninjau lokasi perumahan untuk pembelian rumah. Dia menambahkan, terhitung sejak Januari sampai saat ini terjadi penurunan kunjungan konsumen ke perumahan mencapai 30-40%.

"Kita juga maklum kondisi saat ini setelah musim penghujan. Kan tidak semua konsumen bawa mobil. Belum lagi, perumahan yang becek atau jeblok (tanah gembur akibat hujan). Hal ini juga membuat pembeli enggan datang. Kita berharap semua bisa berjalan lancar dan sukses," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
43 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved