Wall Street Melemah karena USD Berfluktuasi

Selasa, 24 Maret 2015 - 08:49 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah karena USD Berfluktuasi
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Senin waktu setempat berakhir melemah karena investor mengkaji fluktuasi dolar Amerika Serikat (USD) dan dampaknya terhadap pasar lain, termasuk harga minyak mentah.

Pasar saham berfluktuasi di tengah menguatnya sektor energi karena naiknya harga minyak mentah dan melemahnya USD ditambah kekhawatiran kelebihan pasokan minyak. Sektor energi di indeks S&P 500 (SPNY) naik 0,2% setelah sebelumnya melonjak 0,9%.

Laju USD dolar telah mempengaruhi pergerakan saham akhir-akhir ini karena para pedagang mengantisipasi rencana pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve.

"Orang-orang sekarang terlalu fokus pada laba bersih emiten, yang akan mulai satu atau dua pekan ini, serta dampak menguatnya USD akan sejauh mana mempengaruhi pasar," kata Direktur O'Neil Securities Ken Polcari seperti dilansir dari Reuters, Selasa (24/3/2015).

Sementara menguatnya USD telah menguntungkan konsumen, namun penguatan yang cepat menjadi masalah bagi sebagian besar pasar, seperti perusahaan komoditas dan eksportir.

"Orang-orang sudah mengantisipasi menguatnya USD yang dapat menyakiti laba emiten, tapi beberapa di antaranya banyak yang belum tahu," imbuh Polcari.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 11,61 poin atau 0,06% ke 18.116,04; indeks S&P 500 kehilangan 3,68 poin atau 0,17% ke 2.104,42; dan Nasdaq Composite turun 15,44 poin atau 0,31% ke 5.010,97.

Volume perdagangan ringan, dengan sekitar 5,42 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, di bawah rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,86 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
20 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
41 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
1 jam yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
3 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved