BKPM Undang Investor Jepang Berinvestasi di Luar Jawa

Rabu, 25 Maret 2015 - 03:37 WIB
BKPM Undang Investor...
BKPM Undang Investor Jepang Berinvestasi di Luar Jawa
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengundang investor Jepang untuk berinvestasi di luar Jawa, karena kebijakan pemerintah yang mendorong pengembangan industri hilir dan bernilai tambah, akan lebih banyak terfokus di luar Jawa.

Kepala BKPM Franky Sibarani menggarisbawahi pidato Presiden Jokowi dalam acara Indonesia Business Forum, bahwa Indonesia tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah lagi, sehingga mendorong investasi di industri hilir atau bernilai tambah.

"Pesan Presiden sangat jelas, bahwa Indonesia tidak lagi mengekspor raw material, sehingga investasi yang masuk harus diarahkan ke industri hilir," ujar duia dalam rilisnya, Selasa (24/3/2015).

Menurutnya, hal tersebut potensial dikembangkan di luar Jawa, karena bahan baku banyak terdapat di luar Jawa. Data BKPM menunjukkan investasi Jepang cenderung terpusat di Jawa, di mana proporsinya mencapai 96% dari total realisasi investasi Jepang 2010-2014 sebesar USD12,01 miliar.

Franky menggarisbawahi pidato Presiden Jokowi yang banyak mempromosikan potensi investasi di luar Jawa, di antaranya kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri di luar Jawa.

Pemerintah juga akan merencanakan pembangunan 15 kawasan industri hingga 2019. Di mana, 13 kawasan industri di antaranya di luar Jawa, untuk industri pengolahan sumber daya alam.

"Khusus wilayah Papua, pemerintah juga akan mendorong pengembangan empat kawasan ekonomi khusus beserta infrastruktur pendukungnya dengan fokus pengembangan berbeda," katanya.

Dia menuturkan, kawasan ekonomi Merauke dikembangkan untuk sektor pertanian terintegrasi industri pengolahannya, kawasan ekonomi Sorong untuk sektor maritim terintegrasi dengan industri pengolahannya, kawasan ekonomi Teluk Bintuni untuk sektor petrokimia dan turunannya, serta kawasan ekonomi Raja Ampat untuk industri pariwisata.

Franky menambahkan, potensi industri bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan investor Jepang, khususnya sektor agro dan maritim. Masuknya investor Jepang ke sektor industri pengolahan berbasis agro dan maritim juga diharapkan dapat memberi nilai tambah kepada ekspor Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
5 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
7 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
54 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved