Buka Jalur Sutra, RI Siap-siap Kebanjiran Produk China

Minggu, 26 April 2015 - 13:09 WIB
Buka Jalur Sutra, RI...
Buka Jalur Sutra, RI Siap-siap Kebanjiran Produk China
A A A
JAKARTA - Indonesia Maritime Institute (IMI) menyatakan langkah pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan pembiayaan infrastruktur pelabuhan kepada China demi membuka jalur sutra sangat berbahaya. Indonesia terancam kebanjiran produk China.

"Menyerahkan pelabuhan ke asing demi membuka jalur sutra, dimana sebanyak 24 pelabuhan akan dibangun membentuk jalur sutra sangat ceroboh. Upaya ini sama saja memberikan China membuka akses perdagangan ke negara lain," ujar Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (26/4/2015).

Menurut Paonganan, saat ini China sedang mengalami kelebihan produksi sehingga dengan adanya jalur perdagangan tersebut akan membuat Indonesia kebanjiran produk mereka.

"Mereka sedang over produksi. Kalau ada jalur sutra, kita kebanjiran produk mereka. Nanti semakin parah merusak industri Tanah Air. Ini namanya penjajahan baru," beber Paonganan.

Sebab itu, dia menolak pembiayaan infrastruktur pelabuhan dilakukan pihak asing. Jika dana pemerintah kurang, tidak perlu khawatir karena membangunnya tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. (Baca: Perbankan China Beri RI Pinjaman Rp645 Triliun)

"Pelan-pelan klausul realisasi tol laut, biarkan investasi dari pemerintah. China membangun jalur sutra lewat darat saja butuh 100 tahun. Jokowi ingin percepat jadi lima tahun, terlalu singkat," tuturnya.

Pangoanan menyampaikan siapapun pihak asing tidak boleh membangun infrastruktur pada sektor strategis, seperti pelabuhan dan bandara. Langkah tersebut sama saja menjual negara. (Baca: Keterlibatan Asing di Infratruktur Strategis Rugikan Negara)

"Itu menjual negara, dijajah. Siapapun asing tidak boleh bangun infrastruktur strategis. Dulu China sudah bangun lewat darat, sekarang mau lewat laut. Menguntungkan negara lain," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Belanja Infrastruktur,...
Perkuat Belanja Infrastruktur, Kementerian PU Raih Penghargaan P2DN 2025
Ini 6 Merek Terkenal...
Ini 6 Merek Terkenal yang Dicontek China
Pelaku Usaha Dukung...
Pelaku Usaha Dukung Ketegasan PUPR Soal Produk Dalam Negeri untuk Infrastruktur
Kementerian PUPR Bakal...
Kementerian PUPR Bakal Bedol Produk Asing yang Ada di Proyeknya
Tingkatkan PDB, Ganjar...
Tingkatkan PDB, Ganjar Diyakini Mampu Perkuat Infrastruktur Kebudayaan
Pakai Produk Lokal,...
Pakai Produk Lokal, Hutama Karya Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
55 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
58 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved