Menkeu Tegaskan Indonesia Sudah Bebas Utang dari IMF

Selasa, 28 April 2015 - 16:57 WIB
Menkeu Tegaskan Indonesia...
Menkeu Tegaskan Indonesia Sudah Bebas Utang dari IMF
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sudah tidak punya utang ke International Monetary Fund (IMF). Namun, yang memiliki pinjaman Bank Indonesia (BI) sebesar USD2,79 miliar dalam rangka pengelolaan devisa.

Bambang mengatakan, pinjaman sebesar USD2,79 miliar tersebut bukan utang yang harus dibayar namun standar pengelolaan devisa IMF. Saat ini utang-utang pemerintah hanya ke ADB, World Bank dan lembaga lainnya. (Baca: Menkeu Tanggapi Kritik SBY ke Jokowi Soal IMF).

"Saya tegaskan, pemerintah Indonesia tidak punya utang dengan IMF. Utang kita sudah lunas dari 2006. Saya mohon diperjelas agar tidak ada kesimpangsiuran," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Jadi, lanjut dia, IMF selama ini memang mengalokasikan kuota untuk semua negara yang disebut dengan standby loan. Termasuk memberikan ke Indonesia sebesar USD2,79 miliar. Angka ini sudah ada di data statistik, sehingga terlihatnya seperti utang. (Baca: SBY: RI Punya Utang, tapi Bukan ke IMF).

Meski demikian, Bambang mengatakan, Indonesia tidak pernah menggunakan standby loan tersebut. "Indonesia tidak pernah menggunakan itu (standby loan). Karena kondisi kita saat ini, ekonomi kita baik dan masih terkendali. Jadi sejauh ini tidak dipakai," jelasnya.

Bambang mengatakan, sebaiknya dari Bank Indonesia memberikan klarifikasi agar kabar ini menjadi lebih jelas dan seolah-olah tidak mengadu domba dua presiden.

"Jadi saya mohon luruskan ini. Tidak pantas karena ini seolah mengadu ke dua presiden yaitu pernyataan Pak Jokowi dan Pak SBY," tutup dia. (Baca: Koreksi Jokowi, SBY Tegaskan Utang RI ke IMF Sudah Lunas).

Sementara, Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs mengatakan memang benar RI sudah tidak punya utang kepada IMF. Namun IMF memberikan standby loan ke semua member (negara) termasuk Indonesia.

"Ini untuk menjaga likuiditas global. Maka, IMF menciptakan likuiditas dengan denominasi SDR dan mengalokasikannya ke seluruh member. Dan semua member menerima dengan alokasi sesuai kuota masing-masing anggota," pungkas Peter.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved