alexametrics

REI Expo 2015 Tawarkan Banyak Hunian Vertikal

loading...
A+ A-
JAKARTA - Hunian vertikal, seperti apartemen banyak ditawakan pada gelaran REI Expo 2015. Apalagi, untuk hunian Jakarta dengan lahan terbatas, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

"Hunian vertikal ini makin diminati. Masyarakat dan budaya kita juga sudah semakin menerima terutama di pusat-pusat kota seperti Jakarta," kata Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy di Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Dia menjelaskan, di luar daerah memang masih minim hunian vertikal sebab lahan juga masih tersedia. Berbeda dengan Jakarta dengan lahan yang semakin terbatas dari tahun ke tahun, sehingga hunian vertikal menjadi alternatif yang diminati.

Di tempat yang sama, Direktur Konsumer Banking PT Bank Negara Indonesia (BNI/persero Tbk) Anggoro Eko Cahyo mengatakan, BNI akan terus berkomitmen mendukung perkembangan industri properti di Tanah Air.

BNI untuk ke-5 kalinya telah menjadi official bank dalam perhelatan pameran properti terbesar di Indonesia REI Expo.

"Dengan komitmen sebagai bank penyedia KPR bagi masyarakat, BNI dengan produk KPR BNI Griya senantiasa mendukung perkembangan industri properti di Indonesia melalui berbagai kemudahan fasilitas kredit dalam membantu semua segmen masyarakat memiliki rumah idaman mereka," ujarnya.

Tahun ini, BNI menawarkan pembelian perumahan kepada konsumen melalui program suku bunga 9% per tahun dengan masa efektif fixed satu tahun. Selain itu, suku bunga 9,25% efektif fixed dua tahun, biaya provisi 0,5% serta bebas biaya administrasi.

Program tersebut berlaku untuk berbagai tujuan kredit, di antaranya pembelian rumah, pembelian apartemen, pembelian ruko atau rukan baru pada pengembang yang bekerja sama dengan BNI.

Sementara Vice President Consumer and Retail Lending PT Bank BNI Indomora Harahap mengatakan, BNI juga menawarkan KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah 5%.

"Kami juga informasikan juga secara luas bahwa BNI juga menyalurkan KPR FLPP. Bunga KPR FLPP semua sama ikut aturan pemerintah 5%.‎ Pada 2015, yang kami akan salurkan Rp217 miliar," ucapnya.

Menurut dia, KPR subsidi melalui program FLPP telah berjalan sejak 2010 dan memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan tingkat pengembalian mencapai 99,5%.

"Rasio kredit macet pada KPR bersubsidi ini tergolong rendah atau 0,5% sejak berjalan 2010. BNI sudah ikut bantu program pemerintah sejak 2010. Kita kontribusi Rp146 miliar selama lima tahun, kolektabilitasnya 99,5%,"‎ tuturnya.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top