Wall Street Berakhir Anjlok karena Data Perdagangan
Rabu, 06 Mei 2015 - 08:51 WIB
Wall Street Berakhir Anjlok karena Data Perdagangan
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir anjlok setelah data defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Maret menimbulkan kekhawatiran bahwa perekonomian melambat pada kuartal I/2015.
Defisit perdagangaan AS pada Maret tercatat sebesar USD51,4 miliar dan menjadi yang tertinggi dalam hampir enam setengah tahun dan lebih besar dari, yang diproyeksikan pemerintah senilai USD45,2 miliar.
"Sejumlah data negatif memberi ketakutan pasar," kata Direktur Alokasi Aset di RidgeWorth Investments Alan Gayle seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/5/2015).
Menurut dia, koreksi itu terimbas data neraca perdagangan yang defisit dan dinaikkannya suku bunga acuan di beberapa negara.
Sementara dengan meredanya laporan kinerja emiten, investor AS berharap dari data tenaga kerja April yang akan dirilis pada Jumat ini. Data itu diharapkan bisa memberikan petunjuk tentang kapan Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga.
Sebanyak 10 sektor di indeks S&P jatuh, dengan indeks utilitas (SPLRCU) merosot 2,28% karena investor melepas saham yang memberi dividen dan mengambil keuntungan dari imbal hasil obligasi 10 tahun, yang memberikan hasil tertinggi dalam dua bulan.
Terbebani oleh penurunan 2,25% di Apple (AAPL.O), sektor teknologi menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama, menghapus keuntungan Nasdaq selama dua hari terakhir.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 142,2 poin atau 0,79% menjadi berakhir pada 17.927,2; indeks S&P 500 kehilangan 25,03 poin atau 1,18% ke 2.089,46; dan Nasdaq Composite turun 77,60 poin atau 1,55% ke 4.939,33.
Sekitar 7,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata harian selama lima sesi terakhir sebanyak 7,0 miliar saham.
Defisit perdagangaan AS pada Maret tercatat sebesar USD51,4 miliar dan menjadi yang tertinggi dalam hampir enam setengah tahun dan lebih besar dari, yang diproyeksikan pemerintah senilai USD45,2 miliar.
"Sejumlah data negatif memberi ketakutan pasar," kata Direktur Alokasi Aset di RidgeWorth Investments Alan Gayle seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/5/2015).
Menurut dia, koreksi itu terimbas data neraca perdagangan yang defisit dan dinaikkannya suku bunga acuan di beberapa negara.
Sementara dengan meredanya laporan kinerja emiten, investor AS berharap dari data tenaga kerja April yang akan dirilis pada Jumat ini. Data itu diharapkan bisa memberikan petunjuk tentang kapan Federal Reserve AS akan mulai menaikkan suku bunga.
Sebanyak 10 sektor di indeks S&P jatuh, dengan indeks utilitas (SPLRCU) merosot 2,28% karena investor melepas saham yang memberi dividen dan mengambil keuntungan dari imbal hasil obligasi 10 tahun, yang memberikan hasil tertinggi dalam dua bulan.
Terbebani oleh penurunan 2,25% di Apple (AAPL.O), sektor teknologi menjadi hambatan terbesar pada tiga indeks utama, menghapus keuntungan Nasdaq selama dua hari terakhir.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 142,2 poin atau 0,79% menjadi berakhir pada 17.927,2; indeks S&P 500 kehilangan 25,03 poin atau 1,18% ke 2.089,46; dan Nasdaq Composite turun 77,60 poin atau 1,55% ke 4.939,33.
Sekitar 7,3 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, di atas rata-rata harian selama lima sesi terakhir sebanyak 7,0 miliar saham.
(rna)
Lihat Juga :