Menperin Diminta Perhatikan Nasib Pengusaha Daerah
Senin, 11 Mei 2015 - 17:44 WIB
Menperin Diminta Perhatikan Nasib Pengusaha Daerah
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin agar lebih memperhatikan nasib pengusaha daerah. Hal ini sebagai salah satu upaya mengembangkan industrialisasi untuk ekonomi bangsa.
Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia menuturkan, pihaknya meminta agar pengusaha di daerah dilibatkan dalam investasi yang dilakukan oleh investor lokal maupun asing di Indonesia. Pasalnya, selama ini berbagai proyek investasi di daerah-daerah Indonesia minim dengan keterlibatan pengusaha daerah.
"‎Komitmen pak menteri sangat luar biasa, khususnya untuk industri, di mana beliau akan memberikan ruang agar investasi baik asing maupun dalam negeri untuk melakukan investasinya di daerah, maka harus melibatkan pengusaha lokal sebagai bagian agar untuk berkembangnya sama-sama," katanya di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (11/5/2015).
Menurut dia, selama ini investor di Indonesia kerap mengabaikan potensi pengusaha daerah. Bahkan, untuk menyuplai bahan baku produk sekalipun, mereka lebih memilih menyuplainya dari luar daerah.
"Selama ini terkesan suplainya itu dari Jakarta, sehingga keterlibatan pengusaha daerah itu agak kurang," imbuh dia.
Bahlil mencontohkan, pengusaha tambang sekelas PT Freeport Indonesia yang sudah mengeruk sumber daya alam (SDA) di Tanah Air sejak puluhan tahun lalu, masih minim melibatkan pengusaha lokal. Bahkan, untuk mendapatkan peluang dilibatkan pun sangat sulit.
"Nah, itu sebagai potret kecil untuk kemudian jangan terjadi pada investasi yang akan datang. Itu contohnya. Saya orang sana, jadi mengalami sendiri. Kalau tidak teriak, ya goyang-goyang sedikit tidak dikasih peluang. Sebenarnya kan ini tugasnya pemerintah. Pemerintah berhak memediasi, memberikan ruang," tandas dia.
Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia menuturkan, pihaknya meminta agar pengusaha di daerah dilibatkan dalam investasi yang dilakukan oleh investor lokal maupun asing di Indonesia. Pasalnya, selama ini berbagai proyek investasi di daerah-daerah Indonesia minim dengan keterlibatan pengusaha daerah.
"‎Komitmen pak menteri sangat luar biasa, khususnya untuk industri, di mana beliau akan memberikan ruang agar investasi baik asing maupun dalam negeri untuk melakukan investasinya di daerah, maka harus melibatkan pengusaha lokal sebagai bagian agar untuk berkembangnya sama-sama," katanya di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (11/5/2015).
Menurut dia, selama ini investor di Indonesia kerap mengabaikan potensi pengusaha daerah. Bahkan, untuk menyuplai bahan baku produk sekalipun, mereka lebih memilih menyuplainya dari luar daerah.
"Selama ini terkesan suplainya itu dari Jakarta, sehingga keterlibatan pengusaha daerah itu agak kurang," imbuh dia.
Bahlil mencontohkan, pengusaha tambang sekelas PT Freeport Indonesia yang sudah mengeruk sumber daya alam (SDA) di Tanah Air sejak puluhan tahun lalu, masih minim melibatkan pengusaha lokal. Bahkan, untuk mendapatkan peluang dilibatkan pun sangat sulit.
"Nah, itu sebagai potret kecil untuk kemudian jangan terjadi pada investasi yang akan datang. Itu contohnya. Saya orang sana, jadi mengalami sendiri. Kalau tidak teriak, ya goyang-goyang sedikit tidak dikasih peluang. Sebenarnya kan ini tugasnya pemerintah. Pemerintah berhak memediasi, memberikan ruang," tandas dia.
(rna)
Lihat Juga :