Orang Terkaya di Asia Kehilangan Duit Rp 763,7 Triliun dalam 48 Jam

Sabtu, 28 Januari 2023 - 22:08 WIB
Kekaisaran Adani menanggapi dalam dua pernyataan terpisah, sehari setelah laporan itu dirilis dan yang lainnya pada hari berikutnya. Ia menolak semua tuduhan ini dan mengancam akan menggunakan proses hukum untuk membela diri.

Kejatuhan Saham Adani

Sementara itu perusahaan Adani menelan kekalahan di pasar saham. Selama dua sesi perdagangan terakhir, kerajaan bisnis Adani telah kehilangan total USD 51 miliar atau setara Rp 763,7 triliun (Kurs Rp 14.976/USD) dalam kapitalisasi pasar, menurut Bloomberg News.

Adani Enterprises yang menjadi unggulan misalnya, kehilangan hampir seperlima (atau lebih dari 19%) nilainya pada hari Jumat. Unit bisnis lainnya seperti Adani Green Energy dan Adani Total Gas anjlok 20%. Adani Power kehilangan 5%. Harga saham Adani Port turun 13,8% dan Adani Transmission merosot sebesar 19,47%.

Kekalahan di pasar saham juga mempengaruhi kekayaan Gautam Adani. Menurut Bloomberg, kekayaan Adani harus turun di bawah USD100 miliar setelah perhitungan dilakukan pada 27 Januari.

Hal itu akan membuat harta miliknya menjadi sekitar USD 93 miliar. Pada level ini, Adani akan kehilangan sekitar USD 26 miliar kekayaannya sejak publikasi laporan Hindenburg.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!