Tidak Punya Gaung Soal Sertifikasi Halal, BPJPH Disebut Tampak seperti Banci
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:06 WIB
“Perlu sinergi mui dengan lembaga bapak, karena sampai kapanpun bapak tidak bisa berbuat apa-apa. Ini yang bapak perlu komunikasi dengan baik supaya lembaga bapak diakui masyarakat bawah akrena selama ini izin-isin ke MUI bukan ke lembaga bapak,” desaknya.
Kemudian, anggota Fraksi PAN Sungkono melihat bahwa MUI dan BPJPH ini sedikit kurang harmoni. Dan dia menduga mungkin karena orientasinya pada uang sehingga, MUI yang mungkin kehilangan potensi yang selama ini dinikmati lalu pindah ke BPJPH. “Mungkin karena orientasinya barangkali ada rupiah di dalamnya, mohon maaf saya melihatnya kurang pas,” katanya di RDP.
(Baca Juga: Pengusaha Dukung Penghapusan Kewajiban Sertifikasi Halal )
Namun, Sungkono menegaskan bahwa ini harus menjadi bagian yang dipahami karena tujuan besar UU JPH ini sampai terganggu persoaan seperti itu. Padahal, orang Islam ini urusannya sangat banyak, dan ada banyak UMKM yang menyangkut halal-haram, ada ribuan rumah porong ayam cara potongnya mungkin dijamak dan diragukan halalnya, banyak punya produk asing yang di sana negaranya belum tentu mayoritas Islam, bahkan ada juga impor daging dan produk bebas lainnya.
“Maka dari itu kami mohon lemabga yang sudah dipercayakan ke bapak ini memfungsikan itu, kalau mati kita enggak tahu, tapi kalau kita jalankan tugas asal-asalan nggak amanah itu, hanya kita lembaga yang harus bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kemudian, anggota Fraksi PAN Sungkono melihat bahwa MUI dan BPJPH ini sedikit kurang harmoni. Dan dia menduga mungkin karena orientasinya pada uang sehingga, MUI yang mungkin kehilangan potensi yang selama ini dinikmati lalu pindah ke BPJPH. “Mungkin karena orientasinya barangkali ada rupiah di dalamnya, mohon maaf saya melihatnya kurang pas,” katanya di RDP.
(Baca Juga: Pengusaha Dukung Penghapusan Kewajiban Sertifikasi Halal )
Namun, Sungkono menegaskan bahwa ini harus menjadi bagian yang dipahami karena tujuan besar UU JPH ini sampai terganggu persoaan seperti itu. Padahal, orang Islam ini urusannya sangat banyak, dan ada banyak UMKM yang menyangkut halal-haram, ada ribuan rumah porong ayam cara potongnya mungkin dijamak dan diragukan halalnya, banyak punya produk asing yang di sana negaranya belum tentu mayoritas Islam, bahkan ada juga impor daging dan produk bebas lainnya.
“Maka dari itu kami mohon lemabga yang sudah dipercayakan ke bapak ini memfungsikan itu, kalau mati kita enggak tahu, tapi kalau kita jalankan tugas asal-asalan nggak amanah itu, hanya kita lembaga yang harus bertanggung jawab,” ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :