Empat Bank Kakap AS Terancam Loyo Dihantam Pandemi Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 - 15:01 WIB
Baik Citigroup dan JP Morgan Chase menerangkan, peningkatan aktivitas perdagangan membantu mengimbangi perlambatan belanja konsumen. Pendapatan JP Morgan naik 15% secara year to year mencapai USD33 miliar, dengan keuntungan hampir USD4.7 miliar. Citi juga memposting pendapatan bersih sebesar USD1,3 miliar atau naik 5%.

Tapi Wells Fargo, yang tidak memiliki bisnis perbankan dengan investasi besar, menelan kerugian USD2,4 miliar di kuartal pertama, dibandingkan dengan keuntungan USD6,2 miliar pada periode yang sama di 2019. Perusahaan menyisihkan USD9,5 miliar untuk menutupi potensi kerugian yang berhubungan dengan virus corona, termasuk USD8,4 miliar dalam cadangan.

Sebelumnya laba bank kelas dunia seperti JPMorgan Chase (JPM), Bank of America (BAC), dan Citigroup (C) diprediksi anjlok hingga 50% di kuartal II-2020. Sementara, Wells Fargo (WFC) diprediksi mengumumkan kerugian di kuartal I-2020 dan memangkas dividen.

JPMorgan Chase, bank terbesar di Amerika Serikat, melaporkan penurunan laba kuartal II 2020 sebesar 51% akibat melonjaknya provisi kerugian kredit dan prospek pemulihan yang makin tak menentu. Meski bisnis pinjaman Main Street JPMorgan (JPM) telah tersandung selama resesi ini, divisi perdagangan bank tersebut masih berkembang pesat karena pasar telah pulih secara tajam dari krisis.

Secara umum, JPMorgan melaporkan laba kuartal kedua sebesar USD4,7 miliar, atau turun dari USD9,7 miliar dibandingkan tahun lalu. Namun, pendapatan per saham hanya turun menjadi USD1,38, dengan mudah mengalahkan ekspektasi Wall Street. Pendapatan mereka tercatat masih melonjak 15% melampaui estimasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!