Janet Yellen Teriak Soal Ancaman Bencana Ekonomi dan Keuangan yang Membayangi AS
Rabu, 10 Mei 2023 - 06:43 WIB
Baca Juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang, Sri Mulyani Ungkap Dampak ke RI
Tapi waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan. Pada hari Selasa pekan lalu, Presiden Biden akan bertemu dengan para pemimpin Republik untuk meminta persetujuan mereka menaikkan batas USD31,4 triliun saat ini.
Kongres biasanya mengaitkan persetujuan plafon utang yang lebih tinggi dengan ketentuan tentang langkah-langkah anggaran dan pengeluaran. Bulan lalu Dewan meloloskan RUU untuk menaikkan plafon, saat ini kira-kira sama dengan 120% dari output ekonomi tahunan negara itu, tetapi termasuk dalam RUU pemotongan pengeluaran selama dekade berikutnya.
Presiden Joe Biden ingin Kongres setuju untuk menaikkan plafon utang, tanpa syarat. Presiden Joe Biden mengatakan, dia tidak akan bernegosiasi mengenai kenaikan tersebut dan akan membahas pemotongan anggaran setelah masalah tersebut diselesaikan.
Kegagalan untuk menemukan kesepakatan lintas partai mengenai masalah ini dapat mengakibatkan "krisis konstitusional," kata Yellen.
Tapi waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan. Pada hari Selasa pekan lalu, Presiden Biden akan bertemu dengan para pemimpin Republik untuk meminta persetujuan mereka menaikkan batas USD31,4 triliun saat ini.
Kongres biasanya mengaitkan persetujuan plafon utang yang lebih tinggi dengan ketentuan tentang langkah-langkah anggaran dan pengeluaran. Bulan lalu Dewan meloloskan RUU untuk menaikkan plafon, saat ini kira-kira sama dengan 120% dari output ekonomi tahunan negara itu, tetapi termasuk dalam RUU pemotongan pengeluaran selama dekade berikutnya.
Presiden Joe Biden ingin Kongres setuju untuk menaikkan plafon utang, tanpa syarat. Presiden Joe Biden mengatakan, dia tidak akan bernegosiasi mengenai kenaikan tersebut dan akan membahas pemotongan anggaran setelah masalah tersebut diselesaikan.
Kegagalan untuk menemukan kesepakatan lintas partai mengenai masalah ini dapat mengakibatkan "krisis konstitusional," kata Yellen.
Lihat Juga :