Cegah Dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan: Stop Pemborosan

Minggu, 09 Juli 2023 - 07:15 WIB
Pencegahan pemborosan makanan bisa berdampak pada ketahanan pangan. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah menekankan pentingnya strategi dan antisipasi oleh seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dampak El Nino yang puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Agustus-September 2023. Dampak El Nino bisa mengancam ketahanan pangan di Indonesia.

Baca juga: Imbas Perang Rusia-Ukraina, Pupuk Indonesia Buka Opsi Impor Bahan Baku dari Timur Tengah



“Kita dihadapkan pada ancaman kekeringan karena fenomena El Nino yang bisa berdampak pada produksi pangan secara nasional. Kemarau panjang dan ekstrem ini harus benar-benar kita antisipasi dengan strategi yang baik,” kata Muhamad Mardiono, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, pada Focus Group Discussion Strategi dan Antisipasi Dampak El Nino Terhadap Ketahanan Pangan di Bogor, dikutip Minggu (9/7/2023).

Manurut Mardiono, jika tidak diantisipasi dan dimitigasi dengan strategi yang baik, kekeringan akan menjadi bencana bahkan mendatangkan dampak ikutan lain seperti gagal panen, krisis air bersih, kebakaran lahan yang berpengaruh langsung pada keberlanjutan ketahanan pangan. El Nino tercatat menurunkan produksi padi di Indonesia antara 1-5 juta ton sejak 1990-2020.

Sejumlah riset yang dilakukan juga menunjukkan hal serupa, salah satunya penurunan produksi beras di Banten sejak 2002-2015 akibat fenomena El Nino. Tahun ini Badan Pusat Statistik (BPS) mendata realisasi produksi beras pada Februari dan Maret 2023, masing-masing 2,8 juta ton dan 5 juta ton, atau lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang ditetapkan sebesar 3,6 juta ton dan 5 juta ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!